kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Luhut Beberkan Hasil Pertemuan 2 Jam dengan MSCI


Sabtu, 14 Februari 2026 / 09:05 WIB
Luhut Beberkan Hasil Pertemuan 2 Jam dengan MSCI
ILUSTRASI. MSCI mengakui fundamental ekonomi Indonesia kuat. Luhut Binsar Pandjaitan beberkan alasan di balik optimisme ini. (Dok/Kemenko Marves)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa dirinya menerima kunjungan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut berlangsung hampir dua jam, membahas kondisi ekonomi Indonesia serta agenda reformasi digital pemerintah.

Menurut Luhut, pihak MSCI menanyakan pandangannya mengenai situasi Indonesia saat ini. Ia menegaskan bahwa secara fundamental, kondisi Indonesia tetap baik.

"Karena ini kemarin Morgan Stanley datang ke kantor saya, kami diskusi hampir dua jam. Dia tanya saya, apa yang anda lihat? Saya jelasnya, kita bagus semua kok," kata Luhut dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Tertekan Sentimen MSCI, Analis Memprediksi Rupiah Berisiko Menguji Level Rp 17.000

Reformasi Digital melalui Program GovTech

Dalam kesempatan itu, Luhut memaparkan bahwa pemerintah tengah melanjutkan program government technology (govtech) sebagai bagian dari reformasi tata kelola berbasis digital. Uji coba sistem tersebut telah dilakukan di Kabupaten Banyuwangi.

Dari pilot project tersebut, pemerintah menemukan berbagai persoalan, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Luhut menyebut bahwa realisasi bansos sebelumnya baru sekitar 77% tepat sasaran.

"Nah ini kita perbaikin," tegas Luhut.

Untuk memperkuat sistem, pemerintah menggandeng World Bank serta peneliti dari Harvard Institute untuk memberikan asistensi. Luhut menyebut, mitra internasional tersebut terkejut melihat kemampuan teknologi yang dimiliki Indonesia, termasuk penggunaan teknologi pengenalan wajah (face recognition) dalam verifikasi penerima bansos.

Baca Juga: Sentimen MSCI dan Tekanan Global Bayangi Pergerakan Rupiah pada Februari 2026

Melalui integrasi data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), pemerintah dapat mendeteksi penerima yang tidak memenuhi syarat maupun masyarakat yang seharusnya berhak tetapi belum menerima bantuan. Sistem ini juga menyediakan mekanisme waktu sanggah, sehingga masyarakat bisa mengoreksi data.

"Jadi dengan adanya waktu sanggah ini, itu membuat tadi data lebih lengkap," imbuhnya.

Rencana Reformasi Pasar Modal

Selain membahas reformasi digital, Luhut juga menyampaikan kepada MSCI rencana pemerintah untuk mengusulkan reformasi pasar modal kepada Presiden Prabowo Subianto. Reformasi ini akan menekankan penguatan integritas sumber daya manusia serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) agar sistem pasar modal semakin sulit dimanipulasi.

"Kita usul ke presiden supaya kapital market ini direform, manusianya dicari yang muda, yang paham uang, yang sulit disogok-sogok dan digunakan AI, supaya makin sulit untuk dipermainkan," pungkas Luhut.

Selanjutnya: Rating Drakor Our Universe Menurun di Episode 4, Dibintangi Bae In Hyuk

Menarik Dibaca: 6 Khasiat Konsumsi Telur Setiap Hari bagi Kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×