kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Penambahan Layer Cukai Rokok Dikhawatirkan Jaga Harga Tetap Murah


Sabtu, 14 Februari 2026 / 09:01 WIB
Penambahan Layer Cukai Rokok Dikhawatirkan Jaga Harga Tetap Murah
ILUSTRASI. cukai rokok, rokok, cukai. ; cukai rokok ; rokok ; cukai. (KONTAN/Panji Indra). Pemerintah berencana tambah layer cukai rokok 2026, namun ahli peringatkan harga rokok justru tetap murah. Ketahui alasan lengkapnya.


Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah menambah layer atau lapisan tarif cukai rokok pada 2026 menuai kritik dari sejumlah pengamat dan pemangku kepentingan.

Kebijakan yang bertujuan menekan peredaran rokok ilegal ini dinilai justru berpotensi membuat rokok tetap terjangkau dan melemahkan upaya pengendalian konsumsi.

Founder dan CEO Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Diah Saminarsih, menyebut banyaknya layer cukai selama ini terbukti menjaga harga rokok tetap murah meskipun tarif dinaikkan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Kejar Aturan Layer Cukai Rokok Baru Rampung Secepatnya

Ia menjelaskan, riset CISDI menunjukkan struktur cukai yang berlapis menciptakan lebih banyak pilihan rokok berharga rendah. Kondisi ini membuat kenaikan tarif tidak sepenuhnya berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.

Menurutnya, penambahan layer justru menjadi langkah yang keliru karena memperluas akses rokok murah di pasar.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Bidang Ekonomi Komnas Pengendalian Tembakau, Teguh Dartanto. Ia menilai penambahan layer tarif bukan solusi untuk mengatasi rokok ilegal. Persoalan utama, kata dia, terletak pada lemahnya penegakan hukum, bukan pada struktur tarif cukai.

Sementara itu, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menekankan pentingnya pengendalian tembakau, termasuk melalui kebijakan fiskal.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Potensi Penerimaan Negara dari Tambahan Layer Cukai Rokok Lokal

Penerapan tarif cukai rokok dinilai dapat membantu menekan konsumsi, terutama di kalangan anak, remaja, dan kelompok rentan lainnya.

Namun, Nadia mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada komunikasi atau pembahasan bersama antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan terkait wacana penambahan layer tarif cukai rokok tersebut.

Pemerintah sendiri berencana menerapkan kebijakan penambahan layer cukai rokok pada 2026 dengan tujuan menekan peredaran rokok ilegal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, tambahan lapisan tarif diharapkan memberi ruang bagi produsen rokok ilegal untuk beralih ke jalur legal, sehingga penerimaan negara dari cukai dapat lebih terjaga.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai kebijakan ini berisiko menimbulkan efek lanjutan.

Baca Juga: Ekonom: Layer Baru Cukai Rokok Bisa Tambah Penerimaan, Tapi Bukan Solusi Struktural

Penambahan layer dianggap memperbesar kompleksitas struktur cukai, mendorong praktik downtrading atau peralihan konsumsi ke produk yang lebih murah, serta berpotensi meningkatkan kebocoran fiskal.

Selain itu, banyaknya lapisan tarif dinilai bertentangan dengan tujuan pengendalian konsumsi rokok karena membuat harga tetap terjangkau bagi masyarakat luas, termasuk kelompok rentan.

Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/7790654/kebijakan-penambahan-layer-cukai-rokok-dinilai-tidak-tepat-ini-alasannya.

Selanjutnya: Katalog Promo JSM Indomaret Diskon hingga 30% Periode 3-5 Februari 2026

Menarik Dibaca: Katalog Promo JSM Indomaret Diskon hingga 30% Periode 3-5 Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×