kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Nasib Desa Berubah Drastis: Prabowo Buka Pintu Ekspor Global


Sabtu, 14 Februari 2026 / 19:36 WIB
Nasib Desa Berubah Drastis: Prabowo Buka Pintu Ekspor Global
ILUSTRASI. Pembangunan KNMP di Banyuwangi (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto berjanji akan mempermudah akses bagi desa untuk melakukan ekspor produk unggulannya ke luar negeri. 

Dia mengatakan nantinya desa bisa mengakses pelabuhan dan lapangan terbang untuk bisa ekspor langsung ke berbagai negara. 

"Kita akan permudah akses untuk ekspor. Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang desa boleh ekspor langsung," kata Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Prabowo Bakal Bebaskan Kampung Nelayan Merah Putih Lakukan Ekspor Mandiri

Prabowo juga memastikan akan mempermudah regulasi untuk meningkatkan kegiatan usaha di tingkat desa. 

Salah satu program yang disiapkan pemerintah yakni kampung nelayan yang tahun ini ditargetkan bisa mencapai 1.000 titik. Menurut Prabowo, hasil tangkapan ikan atau produk dari kampung nelayan ini bisa langsung dikirim kepada pasar luar negeri. 

Prabowo menegaskan bahwa pembangunan kampung nelayan ini merupakan investasi jangka panjang. Bahkan menurutnya baru akan bisa kembali pada belasan tahun yang akan datang. 

Baca Juga: KKP Pastikan Pengawasan Ketat Pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih

Namun, Prabowo menyebut hal itu tak menjadi masalah lantaran beberapa pengusaha besar pun juga kerap meminta kelonggaran dalam membayar utang kreditnya. 

"Itu pun sering juga minta restrukturisasi, saya juga pernah jadi pengusaha, saya pernah minta restrukturisasi yang dalam kata sederhananya adalah minta belas kasihan perpanjangan untuk mengembalikan utang," tutup Prabowo. 

Baca Juga: Catat! Mulai 1 Oktober 2025, Semua Bandara dan Pelabuhan Pakai Sistem All Indonesia

Selanjutnya: Ekosistem Emas Nasional Melesat: Peran Fatwa DSN-MUI Terungkap!

Menarik Dibaca: 724.965 Tiket Kereta Api Telah Terjual untuk Periode Libur Panjang Imlek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×