kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Prabowo Janji Buka Pintu Ekspor untuk Produk Unggulan Desa


Sabtu, 14 Februari 2026 / 19:36 WIB
Diperbarui Minggu, 15 Februari 2026 / 12:41 WIB
Prabowo Janji Buka Pintu Ekspor untuk Produk Unggulan Desa
ILUSTRASI. Pembangunan KNMP di Banyuwangi (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto berjanji akan mempermudah akses bagi desa untuk melakukan ekspor produk unggulannya ke luar negeri. 

Dia mengatakan nantinya desa bisa mengakses pelabuhan dan lapangan terbang untuk bisa ekspor langsung ke berbagai negara. 

"Kita akan permudah akses untuk ekspor. Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang desa boleh ekspor langsung," kata Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Prabowo Bakal Bebaskan Kampung Nelayan Merah Putih Lakukan Ekspor Mandiri

Prabowo juga memastikan akan mempermudah regulasi untuk meningkatkan kegiatan usaha di tingkat desa. 

Salah satu program yang disiapkan pemerintah yakni kampung nelayan yang tahun ini ditargetkan bisa mencapai 1.000 titik. Menurut Prabowo, hasil tangkapan ikan atau produk dari kampung nelayan ini bisa langsung dikirim kepada pasar luar negeri. 

Prabowo menegaskan bahwa pembangunan kampung nelayan ini merupakan investasi jangka panjang. Bahkan menurutnya baru akan bisa kembali pada belasan tahun yang akan datang. 

Baca Juga: KKP Pastikan Pengawasan Ketat Pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih

Namun, Prabowo menyebut hal itu tak menjadi masalah lantaran beberapa pengusaha besar pun juga kerap meminta kelonggaran dalam membayar utang kreditnya. 

"Itu pun sering juga minta restrukturisasi, saya juga pernah jadi pengusaha, saya pernah minta restrukturisasi yang dalam kata sederhananya adalah minta belas kasihan perpanjangan untuk mengembalikan utang," tutup Prabowo. 

Baca Juga: Catat! Mulai 1 Oktober 2025, Semua Bandara dan Pelabuhan Pakai Sistem All Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×