kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.936   44,00   0,25%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Priyo: Hormati masyarakat untuk tidak ubah UU KPK


Jumat, 28 September 2012 / 18:50 WIB
ILUSTRASI. 4 Karakter Free Fire (FF) ini mendapatkan penyesuaian skill di update terbaru Agustus


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso menyatakan tidak setuju jika revisi undang-undang melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi Partai Golkar ini meminta anggota DPR menghormati pendapat masyarakat yang meminta supaya Undang-Undang KPK tidak diubah.

Priyo menambahkan, desakan masyarakat dapat membuat proses pembahasan revisi UU KPK ini ditunda. Penundaan ini tentu juga harus datang berdasarkan kesepakatan para fraksi yang ada di Komisi III DPR. "Kalau mau dipending (ditunda), saya setuju," kata Priyo, Jumat (28/9).

Meski begitu, Priyo mengaku belum membaca draft revisi Undang-Undang KPK yang saat ini sudah berada di Badan Legislasi DPR. Dia menampik tudingan hanya dirinya yang meneken surat pengajuan revisi Undang-Undang KPK itu. Katanya, revisi undang-undang itu sudah disetujui dalam rapat paripurna atas kesepakatan pemerintah dan DPR.

Revisi Undang-Undang KPK ini menuai polemik. Penggiat anti korupsi menuding revisi tersebut akan melemahkan posisi KPK. Sebab, draft revisi UU KPK yang baru ternyata memangkas beberapa kewenangan KPK seperti soal penyadapan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×