kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.083   44,00   0,26%
  • IDX 7.268   -11,18   -0,15%
  • KOMPAS100 1.005   -1,86   -0,18%
  • LQ45 732   -1,28   -0,18%
  • ISSI 262   1,38   0,53%
  • IDX30 393   -5,31   -1,33%
  • IDXHIDIV20 480   -6,69   -1,37%
  • IDX80 113   -0,14   -0,13%
  • IDXV30 133   -1,33   -0,99%
  • IDXQ30 127   -1,82   -1,41%

Saat ramalan Gubernur BI dan Menkeu Sri Mulyani meleset, kuartal I cuma tumbuh 2,97%


Rabu, 06 Mei 2020 / 00:55 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) berbincang dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo disela-sela rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019). Rapat kerja tersebut mengagendakan penyampaian dan pen


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Syamsul Azhar

Bahkan di akhir tahun lalu, optimisme perekonomian dalam negeri bakal membaik karena Amerika Serikat (AS) dan China semakin menunjukkan tanda-tanda kesepakatan dagang. Sehingga menambah optimisme ekonomi dalam negeri di tahun ini.

Baca Juga: Indonesia meminta debt swap for Covid-19 ke kreditur untuk negara-negara berkembang

Nyatanya, lambat-laun dampak Covid-19 tidak hanya berdampak ke sektor pariwisata dan penerbangan, tetapi juga merambah ke berbagai sektor seperti manufaktur.

“Saat ada Covid-19 ini awalnya hanya terasa di sektor pariwisata dan perdagangan karena mitra dagang Indonesia (China) aktivitas ekonominya sudah lebih dahulu terganggu. Tapi, ini merembet kemana-mana,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Gawat, pasien baru positif corona DKI Jakarta naik lagi 169, menjadi 4.641 orang

Di sisi lain, Sri Mulyani melihat dari sisi purchasing managers index (PMI) global terjadi penurunan tajam pada sektor manufaktur dan jasa di hampir seluruh negara.

”PMI Chinaturun tajam justru Januari-Februari karena mereka terjangkit terlebih dahulu dan sekarang bahkan sudah recover. Jadi ini masalah timing dan kemampuannya untuk recovery,” ujar Menkeu.

Baca Juga: Sah pelanggan PLN tak perlu bayar tarif listrik 6 bulan ke depan, simak tata caranya

Ke depan, Sri Mulyani menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih banyak tantangan mengingat ekonomi global diprediksi kontraksi. Tingkat ketidakpastian yang tinggi menunjukkan masih adanya risiko downside pada proyeksi. Terlebih perlambatan ekonomi terjadi secara luar termasuk pada mitra dagang utama Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×