kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Prabowo: Pemerintah Akan Bikin Ambulans Udara untuk Jangkau Wilayah 3T


Jumat, 14 Agustus 2026 / 16:40 WIB
Prabowo: Pemerintah Akan Bikin Ambulans Udara untuk Jangkau Wilayah 3T
ILUSTRASI. emerintah berencana menyediakan ambulans udara menggunakan helikopter hingga pesawat kecil untuk mengevakuasi masyarakat 3T. (DOK/Elang Lintas Indonesia)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyiapkan terobosan untuk memperluas akses layanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Pemerintah berencana menyediakan ambulans udara menggunakan helikopter hingga pesawat kecil untuk mengevakuasi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Prabowo mengatakan layanan tersebut diperlukan karena masih terdapat masyarakat yang harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu kendala dalam proses evakuasi pasien.

Baca Juga: Prabowo Bakal Renovasi 10.000 Puskesmas, Anggarannya Rp 4 Miliar per Fasilitas

“Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dan pesawat kecil yang mendarat di lapangan rumput, pasir, bisa mendarat di pinggiran sungai supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” ujar Prabowo dalam penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung Parlemen, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menyoroti kasus ibu melahirkan yang harus menempuh perjalanan hingga berjam-jam untuk mencapai fasilitas kesehatan. Menurutnya, keterlambatan tersebut dapat berujung pada risiko kematian.

“Saya dapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal harus menempuh 7-9 jam pada saat melahirkan,” katanya.

Ia mengatakan kondisi tersebut antara lain terjadi karena akses jalan yang buruk dan keterbatasan infrastruktur penghubung seperti jembatan. Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis tidak dapat segera mencapai fasilitas kesehatan.

Karena itu, Prabowo menilai pemerintah membutuhkan pendekatan baru agar layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Tekan Kematian Ibu Melahirkan di Daerah Terpencil

Salah satu solusi yang disiapkan adalah ambulans udara menggunakan helikopter maupun pesawat berukuran kecil. Pesawat tersebut dirancang agar dapat mendarat di lokasi yang tidak memiliki landasan pacu konvensional, termasuk lapangan rumput, pasir maupun area di sekitar sungai.

“Untuk itu kita harus coba cari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara dan tim dokter terbang,” ujar Prabowo.

Selain membawa pasien menuju fasilitas kesehatan, Prabowo juga membuka opsi tenaga medis yang datang langsung ke lokasi pasien. Dengan skema tersebut, penanganan medis diharapkan dapat dilakukan lebih cepat tanpa selalu menunggu pasien dievakuasi ke rumah sakit.

“Kalau perlu dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×