Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan perlunya antisipasi risiko inflasi efek dari fenomena El Nino, cuaca ekstrem, dan bencana alam.
Sebagaimana diketahui, sementara inflasi pada Agustus 2026 mencapai 3,19% year on year (yoy), naik dari bulan seleumnya yang mencapai 2,88%.
“Ke depan inflasi perlu diantisipasi, terutama efek daripada El Nino dan bencana ekstrem, plus bencana alam,” tutur Airlangga dalam agenda FEKDI x IFSE 2026, Kamis (24/9/2026).
Airlangga menyampaikan, antisipasi yang saat ini perlu dilakukan adalah optimalisasi penggunaan air, percepatan tanam, pengaturan pola tanam serta mempertahankan wilayah dengan optimalisasi early warning system (sistem peringatan dini).
Baca Juga: OECD Kerek Proyeksi Ekonomi RI 2026 Jadi 5,2%, Ini Faktor Pendorongnya
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga akan memperluas wilayah pertanian, agar lahan-lahan tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk memproduksi berbagai macam tanaman pangan.
“Nah tentu ini bisa kita dorong dengan kekuatan koordinasi antara pusat dan daerah,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, ia menyebut, stabilitas pangan tersebut perlu untuk mendukung pertumbuhan sektor lainnya, termasuk sektor keuangan dan ekonomi digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














