kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Tekan Kematian Ibu Melahirkan di Daerah Terpencil


Jumat, 14 Agustus 2026 / 16:33 WIB
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Tekan Kematian Ibu Melahirkan di Daerah Terpencil
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR 2026 (REUTERS/Stringer)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyiapkan terobosan layanan kesehatan berupa ambulans udara hingga tim dokter terbang untuk mempercepat evakuasi dan penanganan pasien di daerah terpencil. 

Kebijakan ini disiapkan menyusul masih adanya warga yang harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026-2027 dan Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) TA 2027, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Anggaran, Prabowo Ubah LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah

Prabowo mengatakan ambulans udara akan menggunakan helikopter maupun pesawat kecil yang dapat mendarat di lokasi dengan akses terbatas. Pesawat tersebut bahkan dirancang dapat mendarat di lapangan rumput, pasir, hingga kawasan pinggir sungai.

"Kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa evakuasi kalau dia sakit," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kebutuhan ambulan udara salah satunya dipicu persoalan akses kesehatan yang masih menjadi hambatan serius di sejumlah daerah. 

Ia menerima laporan mengenai ibu yang meninggal saat hendak melahirkan karena harus menempuh perjalanan hingga berjam-jam menuju fasilitas kesehatan.

"Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7 jam sampai 9 jam pada saat melahirkan," ujar Prabowo.

Ia mencontohkan kondisi tersebut dapat terjadi ketika infrastruktur jalan dan jembatan belum memadai. Akibatnya, pasien dalam kondisi darurat tidak dapat segera memperoleh pertolongan medis meski wilayahnya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan.

Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong skema layanan kesehatan yang tidak hanya mengandalkan pembangunan fasilitas kesehatan di satu lokasi. 

Prabowo menyebut tim dokter terbang juga akan disiapkan untuk mendatangi langsung masyarakat yang membutuhkan penanganan medis serius maupun wilayah yang terdampak bencana.

"Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang. Kalau perlu dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana," tegasnya.

Selain mempercepat evakuasi, pemerintah juga akan memperkuat kapasitas rumah sakit daerah. Prabowo mengatakan pemerintah akan membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah.

Targetnya, setiap dari 514 kabupaten dan kota memiliki rumah sakit yang mampu memberikan layanan kesehatan secara cepat untuk menangani kondisi darurat.

Sebagai tahap awal, pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempersempit kesenjangan akses layanan kesehatan antara daerah perkotaan dan wilayah terpencil.

Baca Juga: Prabowo Umumkan RAPBN 2027, Patok Anggaran Belanja Sebesar Rp 4.097,2 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×