kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksikan 5,15% di 2025


Selasa, 03 Desember 2024 / 16:45 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksikan 5,15% di 2025
ILUSTRASI. Lanskap kota Jakarta dilihat dari pusat belanja Thamrin City, Senin (14/10/2024). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/15/10/2024. Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,15% pada tahun 2025 mendatang.


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,15% pada tahun 2025 mendatang. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,15% pada tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tahun depan masih didorong dari konsumsi rumah tangga dan investasi. 

"Namun masih ada risiko dari eksternal seperti kebijakan proteksionis AS hingga volatilitas harga komoditas," jelas Josua dalam acara Media Briefing Permata Bank Economi Outlook 2025 di Hotel St. Regis, Selasa (3/12). 

Josua menjelaskan proyeksi optimis ini memberikan dasar kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Selain itu juga memaksimalkan potensi konsumsi rumah tangga, memperkuat diversifikasi ekspor serta menarik investasi asing. 

Baca Juga: Buruh Bersorak, Pengusaha Berontak: Polemik Kenaikan UMP 6,5% Tahun 2025

Menurut Josua dibutuhkan dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang sinergis guna menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. 

"Kami percaya bahwa memanfaatkan potensi domestik yang dimiliki Indonesis menjadi kunci dalam mengatasi tantangan perekonomian akibat dinamika ekonomi global," ujarnya. 

Di sisi lain, Josua juga melihat tahun 2025 mendatang inflasi Indonesia diproyeksikan masih berada dalam target Bank Indonesia yaitu 3,12%. Meski begitu kenaikan PPN menjadi 12% serta pemberlakuan cukai plastik, rokok dan minuman manis  akan memberikan tekanan pada inflasi. 

Nilai tukar rupiah juga diprediksi menguat pada rentang Rp 15.200 hingga Rp 15.770 per US$. Hal itu didorong oleh aliran investasi langsung dan portofolio yang masuk. Begitu juga dengan investasi Indonesia yang diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan penurunan biaya pinjaman dan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan UMKM. 

"Meski ada risiko eksternal seperti tarif perdagangan baru AS dan penguatan inflasi global, tapi Indonesia tetap memiliki prospek pertumbuhan yang positif," ungkapnya. 

Baca Juga: APERSI Pesimis terhadap Penjualan Rumah Tapak 2024

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×