kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Pencarian korban di Freeport di hentikan


Rabu, 22 Mei 2013 / 12:58 WIB
ILUSTRASI. Warga memotret pengumuman penundaan pelaksanaan vaksinasi individu di Kimia Farma Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/7/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, evakuasi runtuhnya fasilitas latihan bawah tanah (underground) Big Gossan milik PT Freeport Indonesia sudah selesai dilakukan. Total korban dari insiden tersebut mencapai 28 orang tewas, 5 luka berat dan 5 luka ringan.

Jero Wacik, Menteri ESDM menjelaskan, evakuasi terakhir dilakukan pada pukul 21.00 WIT, Selasa, 21 Mei 2013. "Karena baru selesai evakuasi, mereka baru dapat menghadap (lapporan) ke kami sekarang (22 Mei)," ujar Jero saat jumpa pers di kantornya, Rabu (22/5).

Jero menceritakan, kejadian terjadi pada pukul 07.30 WIT, 14 Mei 2013. Di mana dalam ruangan tersebut terdapat 38 orang di dalamnya. "Dari 38 tersebut mungkin 10 orang yang berhasil lari, jadi mereka selamat," jelas Jero.

Menurut Jero, dari 28 orang meninggal, 20 diantaranya sudah dimakamkan dan 8 orang lainnya sedang dalam perjalanan menuju rumah duka. Sementara, dari 5 orang luka berat, 4 diantaranya sudah diperbolehkan pulang dan 1 orang masih tidak sadarkan diri di RS Bintaro.

Adapun 5 orang yang luka ringan sudah diperbolehkan pulang setelah melakukan perawatan di Tembagapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×