kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Penahanan Emir tak ganggu kinerja Komisi XI DPR


Kamis, 15 Agustus 2013 / 12:47 WIB
ILUSTRASI. Kilang LPG (liquefied petroleum gas) PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) di Palembang, Sumatera Selatan.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil Ketua Komisi XI, Harry Azhar Azis mengatakan, pada hari ini (15/8) dirinya baru saja mengunjungi koleganya di DPR, Emir Moes di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, menurut Harry, Emir menyatakan bahwa posisi dirinya sebagai Ketua Komisi XI DPR telah dipasrahkan sepenuhnya kepada PDI Perjuangan. "Ia akan terima apa pun keputusan partainya," ujar Harry saat dihubungi KONTAN, Kamis (15/8).

Harry menjelaskan, meski posisi Ketua Komisi XI masih kosong pasca kasus hukum yang menjerat Emir, namun hal itu tidak mengganggu kinerja komisi yang membidangi sektor keuangan ini.

Alasannya, kata Harry, mekanisme kerja dan pengambilan keputusan di tiap komisi DPR dilakukan secara kolektif kolegial.

Rapat Komisi bisa dipimpin secara kolektif oleh tiga Wakil Ketua Komisi XI yang tersisa, termasuk dirinya. "Jadi kosongnya posisi Ketua Komisi XI tidak mengganggu sama sekali," ujar Harry.

Sebagaimana diketahui, posisi Ketua Komisi XI DPR kosong setelah Emir Moeis ditahan oleh KPK pada 11 Juli lalu. Emir diduga meneria suap sebesar US$ 300.000 dalam pembangunan Proyek PLTU Tarahan di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×