kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pemerintah yakin perpecahan koalisi tidak ganggu iklim ekonomi


Rabu, 02 Maret 2011 / 15:25 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan), Founder PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) Prajogo Pangestu (kedua kanan), Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra (kiri), Gubernur Banten Wahidin


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah yakin perpecahan dalam koalisi partai pendukung pemerintah tidak akan mempengaruhi iklim usaha. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa beralasan, perpecahan itu bukan sesuatu yang sistemik.

Hatta juga menyangkal konsentrasi pemerintah saat ini tersita untuk menyelesaikan masalah koalisi. "Kita masalah ekonomi kok, saya sering bicara politik atau bicara ekonomi, jujur jawab," imbuh Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Rabu (2/3).

Asal tahu saja, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengultimatum partai politik (parpol) pendukung pemerintah menaati kesepakatan koalisi. Jika tidak, SBY memberi kesempatan parpol tersebut kaluar dari koalisi.

SBY mengatakan, jika ingin tetap bersama-sama dengan pemerintah tentunya harus mematuhi etika nota kesepakatan koalisi yang telah disepakati. Dia juga berjanji akan menata kembali koalisi yang telah dibangun selama 1,5 tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×