kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

PKS: Demokrat harus dievaluasi oleh SBY


Selasa, 01 Maret 2011 / 21:52 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Kisruh masalah koalisi terus makin memanas. Setelah suara reshuffle yang makin kuat terutama untuk kader-kader dari Partai Keadilan Sosial, partai berlambang padi dan bulan sabit ini pun tidak tinggal diam.

Mafudz Siddiq Wakil Sekretaris Jenderal PKS berpendapat Partai Demokrat juga perlu melihat dirinya sendiri. "Saya mengusulkan seharusnya SBY yang mengevaluasi kinerja Partai Demokrat yang berkomentar tersebut," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Selasa (1/2).

Menurut Mafudz, sekarang SBY yang mengelola partai koalisi jadi tidak ada masalah kalau SBY melakukan evaluasi kepada partainya sendiri yakni, Partai Demokrat, "Ya kalau perbedaan pendapat itu kan biasa, ya makanya SBY harus melakukan evaluasi di tubuh partainya sendiri," jelasnya.

Mahfudz juga menegaskan, PKS tidak gentar dan takut jika harus dikeluarkan dalam kabinet dan koalisi karena itu merupakan pandangan PKS sendiri, "Jadi PKS sendiri masih menunggu statement SBY apakah PKS masih dibutuhkan atau tidak," tegasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×