kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.128   3,00   0,02%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Pemerintah dan BI kendalikan defisit, impor turun


Selasa, 01 April 2014 / 15:49 WIB
Promo KFC hari ini 8 November 2022 untuk minuman kopi ditambah makanan atau camilan lezat dengan harga hemat.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Data impor pada bulan Februari 2014 mengalami penurunan 7,58% dibanding bulan sebelumnya menjadi US$ 13,79 miliar. Penurunan ini disinyalir sebagai imbas dari kebijakan pemerintah dan BI untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, penurunan impor menjadi US$ 13,78 miliar, merupakan desain untuk mengendalikan defisit.

Pemerintah dan BI diberikan pilihan antara menaikkan pertumbuhan ekonomi atau mengendalikan defisit.

"Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah dan BI yang berhasil melaksanakan desainnya," ujar Sasmito di Jakarta, Selasa (1/4).

Akibatnya, neraca perdagangan kembali surplus sebesar US$ 785,3 juta. Dengan memasang suku bunga yang tinggi dan berbagai kebijakan fiskal seperti pengenaan biodiesel, menjadi stimulus perbaikan neraca dagang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×