kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemerintah dan BI kendalikan defisit, impor turun


Selasa, 01 April 2014 / 15:49 WIB
Promo KFC hari ini 8 November 2022 untuk minuman kopi ditambah makanan atau camilan lezat dengan harga hemat.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Data impor pada bulan Februari 2014 mengalami penurunan 7,58% dibanding bulan sebelumnya menjadi US$ 13,79 miliar. Penurunan ini disinyalir sebagai imbas dari kebijakan pemerintah dan BI untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, penurunan impor menjadi US$ 13,78 miliar, merupakan desain untuk mengendalikan defisit.

Pemerintah dan BI diberikan pilihan antara menaikkan pertumbuhan ekonomi atau mengendalikan defisit.

"Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah dan BI yang berhasil melaksanakan desainnya," ujar Sasmito di Jakarta, Selasa (1/4).

Akibatnya, neraca perdagangan kembali surplus sebesar US$ 785,3 juta. Dengan memasang suku bunga yang tinggi dan berbagai kebijakan fiskal seperti pengenaan biodiesel, menjadi stimulus perbaikan neraca dagang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×