kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Proyeksi BI dan ekonom tentang inflasi Maret


Senin, 31 Maret 2014 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. ASSA menyuntikkan dana sebesar Rp 9,99 miliar ke anak perusahaan PT Adi Sarana Investindo (ASI)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/03/102/2012.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi tahunan pada bulan Maret sebesar 7,3%. Inflasi ini jelas lebih rendah ketimbang inflasi tahunan Februari yang tercatat sebesar 7,75%.

Berdasarkan hasil survei pemantauan harga BI hingga minggu ketiga Maret tercatat inflasi sekitar 0,1%. Sehingga otoritas moneter ini memperkirakan inflasi tahunan 7,3%.

"Memang tren inflasi yang menurun dan terkendali masih berlanjut," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo pekan lalu. Menurut dirinya, harga pangan pada bulan Maret masih terkendali.

Dampak dari kenaikan gas maupun tarif angkutan udara pun tidak besar. Depresiasi nilai tukar rupiah pun tidak terlihat dalam berbagai komponen inflasi. Karenanya BI meyakini inflasi Maret akan berada di kisaran 0,1%.

Inflasi inti pun, ungkap Perry, akan mengalami penurunan. Seperti diketahui, pada inflasi Februari sebesar 0,26%, inflasi inti menduduki porsi tertinggi yaitu sebesar 0,37%.

Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto melihat inflasi Maret akan tercatat 0,1%-0,2%. Sehingga inflasi tahunan secara keseluruhan sekitar 7,4%-7,5%.

Menurut Ryan, ada tiga faktor yang menyebabkan inflasi Maret. Pertama, kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram. Kedua, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) industri. Ketiga, kenaikan tarif angkutan udara akibat adanya kenaikan avtur.

Berbeda dengan Ryan, Kepala Ekonom BII Juniman memprediksi terjadi deflasi pada Maret sebesar 0,04% sehingga inflasi tahunan tercatat 7,2%. Ada dua pemicunya. Pertama, penurunan harga pangan akibat sudah normalnya aktivitas akibat banjir. 

"Sudah masuk musim panen raya," tandas Juniman. Kedua, penguatan nilai tukar rupiah. Rupiah menguat pada bulan Maret sehingga membuat harga barang-barang impor khususnya elektronik mengalami penurunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×