kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.050   50,00   0,28%
  • IDX 5.673   -267,65   -4,51%
  • KOMPAS100 746   -39,75   -5,06%
  • LQ45 565   -24,04   -4,08%
  • ISSI 196   -9,90   -4,81%
  • IDX30 322   -12,28   -3,68%
  • IDXHIDIV20 400   -12,31   -2,99%
  • IDX80 85   -4,09   -4,61%
  • IDXV30 109   -4,20   -3,70%
  • IDXQ30 104   -3,76   -3,48%

Pemerintah andalkan pembiayaan domestik, Chatib Basri ingatkan risiko crowding out


Rabu, 01 April 2020 / 16:39 WIB
Mantan Menkeu Chatib Basri


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Skema ini, menurutnya, perlu dihidupkan kembali agar pemerintah mempunyai akses pembiayaan dengan harga murah.

"Selain itu, kemungkinan untuk dukungan dari AIIB misalnya atau bilateral support dari berbagai negara perlu di buka. Termasuk misalnya bantuan medis, obat, alat dari negara-negara lain,” tuturnya.

Baca Juga: Hingga Februari, defisit APBN 2020 mencapai Rp 62,8 triliun

Di samping itu, Chatib juga menyoroti rencana pemerintah menerbitkan Pandemic Bonds yang membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk membeli instrumen obligasi tersebut langsung dari pasar perdana.

Ia memahami keputusan pemerintah terkait penerbitan obligasi khusus tersebut di tengah sulitnya mencari sumber pembiayaan.

Namun, Chatib memperingatkan bahwa pembelian obligasi oleh BI memiliki risiko mengerek inflasi. Chatib tak memungkiri, kondisi yang terjadi saat ini memang sangat mungkin menimbulkan risiko inflasi tersebut.

Baca Juga: Chatib Basri: Social distancing pengaruhi efektivitas kebijakan fiskal

Hanya saja, Chatib menekankan pentingnya fine tunning mengenai besaran obligasi yang akan dibeli BI untuk mengendalikan risiko itu.

“Pemerintah dan BI perlu duduk bersama untuk menentukan berapa inflasi yang memang 'bisa diterima’ sebagai biaya. Sebesar itulah obligasi bisa dibeli oleh BI. Sebab bila size-nya amat besar, maka inflasi akan naik tajam dan juga akan memukul ekonomi kita,” tandas Chatib.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×