kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pemerintah akan kembangkan tujuh pelabuhan jadi hub internasional


Rabu, 16 Oktober 2019 / 18:52 WIB

Pemerintah akan kembangkan tujuh pelabuhan jadi hub internasional
ILUSTRASI. Lindungi Produsen Lokal —- Bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (24/5). Kementerian Perdagangan akan menerapkan instrumen trade remedies untuk melindungi limpahan produk asing akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah sedang berupaya mengembangkan pelabuhan di Indonesia menjadi pelabuhan yang terintegrasi dan menjadi hub internasional dalam beberapa tahun ke depan. Ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada hub luar negeri.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tujuh pelabuhan yang berpotensi dikembangkan menjadi hub internasional.

Baca Juga: Potensi digital Indonesia besar, VMWare tawarkan produk perangkat lunak

Ketujuh pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Kijing, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Sorong.

"Nanti ini bukan hanya bisa membawa barang dari Medan ke Singapura, dari Kijing ke Singapura, Makassar ke Singapura, nanti akan lebih banyak direct call. Karena itu, tidak bisa lagi kapal kecil tetapi mother vessel, sehingga pelabuhanya harus didesain dengan benar," ujar Bambang, Rabu (16/10).

Bambang mengakui, dari ketujuh pelabuhan tersebut belum semua bisa melakukan pelayaran langsung (direct call). Dia mengatakan, sejauh ini baru Pelabuhan Tanjung Priok yang melakukan direct call.

Meski begitu, ke depannya pelabuhan lain akan terus didorong melakukan direct call.

Tak hanya mengembangkan pelabuhan, Bambang menjelaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut akan terus dilakukan sehingga  pelabuhan bisa terhubung dengan kawasan industri.

Baca Juga: Kelola pembiayaan lingkungan hidup, pemerintah resmi bentuk BLU BPDLH

"Jangan sampai pelabuhannya sudah besar, tetapi konektivitasnya jelek sehingga pelabuhannya sepi," tutur Bambang.

Bambang menambahkan, dengan pengembangan ketujuh  pelabuhan tersebut menjadi hub, maka direct call akan bisa didorong hingga 70%, akan ada penurunan defisit neraca jasa sebesar 10%, dan menurunkan biaya logistik sebesar Rp 756 triliun dalam lima tahun.


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×