Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Kemudahan perjalanan ke luar negeri kini semakin terbuka bagi pemegang paspor Indonesia. Hal ini seiring dengan banyaknya negara di berbagai belahan dunia yang memberikan fasilitas bebas visa maupun kemudahan masuk lainnya bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Dengan kebijakan tersebut, perjalanan ke luar negeri, baik untuk tujuan wisata, bisnis, maupun kunjungan keluarga dapat dilakukan tanpa harus mengurus visa sejak jauh hari. Berdasarkan pembaruan Passport Index per 9 Januari 2026, paspor Indonesia memiliki mobility score 91.
Dengan ini, WNI dapat mengakses total 91 negara dan wilayah melalui skema bebas visa, visa on arrival (VoA), maupun electronic travel authorization (eTA). Dari total tersebut, tercatat 43 negara memberikan fasilitas bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia.
Sementara itu, 43 negara lainnya menerapkan kebijakan visa on arrival, dan lima negara menggunakan skema izin perjalanan elektronik (eTA). Lantas, negara mana saja yang memberikan fasilitas bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia pada 2026?
Secara global, paspor Indonesia menempati peringkat ke-59 dalam Passport Power Rank, dengan tingkat jangkauan dunia mencapai 46 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa hampir setengah negara di dunia dapat diakses oleh WNI tanpa perlu mengurus visa konvensional terlebih dahulu.
Berdasarkan data Passport Index 2026, berikut daftar negara yang memberikan fasilitas bebas visa bagi warga negara Indonesia, lengkap dengan ketentuan durasi tinggal yang diizinkan.
Baca Juga: Tinggal Hitungan Pekan! Girik Tak Berlaku 2026, Ini Nasib Tanah Warga
Bebas Visa (Visa Free)
Bebas visa merupakan kebijakan yang memungkinkan WNI masuk ke suatu negara tanpa perlu mengurus visa sama sekali. Pemegang paspor cukup membawa dokumen perjalanan yang masih berlaku dan mematuhi batas durasi tinggal yang ditetapkan.
Daftar negara bebas visa untuk Indonesia 2026 antara lain:
Albania
Angola – 30 hari
Barbados – 90 hari
Belarus – 30 hari
Brasil – 30 hari
Brunei Darussalam – 14 hari
Kamboja – 30 hari
Chili – 90 hari
Kolombia – 90 hari
Dominika – 21 hari
Ekuador – 90 hari
Fiji – 120 hari
Gambia – 90 hari
Guyana – 30 hari
Haiti – 90 hari
Hong Kong – 30 hari
Iran – 15 hari
Kazakhstan – 30 hari
Kiribati – 90 hari
Laos – 30 hari
Makau – 30 hari
Malaysia – 30 hari
Mali – 30 hari
Micronesia – 30 hari
Maroko – 90 hari
Myanmar – 14 hari
Namibia – 30 hari
Wilayah Palestina
Peru – 180 hari
Filipina – 30 hari
Rwanda – 90 hari
Serbia – 30 hari
Singapura – 30 hari
Saint Vincent and the Grenadines – 90 hari
Tajikistan – 30 hari
Thailand – 60 hari
Timor Leste – 30 hari
Tunisia – 90 hari
Turkiye – 30 hari
Uzbekistan – 30 hari
Venezuela – 90 hari
Vietnam – 30 hari
Suriname – 90 hari
Baca Juga: Mendagri Izinkan Korban Banjir Aceh Manfaatkan Kayu Gelondongan untuk Bangun Huntara
Visa on Arrival (VoA)
Visa on arrival adalah fasilitas visa yang dapat diurus langsung setibanya di bandara atau pelabuhan negara tujuan. WNI tidak perlu mengajukan visa dari Indonesia, namun tetap wajib mengisi formulir, menunjukkan dokumen pendukung, serta membayar biaya tertentu saat kedatangan.
Negara yang memberikan layanan VoA bagi WNI pada 2026 meliputi:
Armenia – 120 hari
Azerbaijan – 30 hari
Bangladesh – 30 hari
Bolivia
Burundi – 30 hari
Komoro – 45 hari
Republik Demokratik Kongo – 7 hari
Kuba – 90 hari
Djibouti – 90 hari
Guinea Ekuatorial
Ethiopia – 90 hari
Gabon – 90 hari
Guinea – 90 hari
Guinea-Bissau – 90 hari
India – 30 hari
Yordania – 30 hari
Kirgistan – 30 hari
Madagaskar – 90 hari
Malawi – 30 hari
Maladewa – 30 hari
Kepulauan Marshall – 90 hari
Mauritania – 90 hari
Mauritius – 60 hari
Mozambik – 30 hari
Nepal – 150 hari
Nikaragua – 30 hari
Nigeria – 90 hari
Oman – 30 hari
Pakistan – 30 hari
Palau – 30 hari
Papua Nugini – 60 hari
Qatar – 30 hari
Rusia – 30 hari
Samoa – 90 hari
Sierra Leone – 30 hari
Sudan Selatan – 90 hari
Sri Lanka – 30 hari
Tanzania
Togo – 15 hari
Tuvalu – 30 hari
Uganda
Ukraina
Zimbabwe – 90 hari
Tonton: Korea Utara Tembak Jatuh Drone Korea Selatan, Ketegangan Semenanjung Korea Memanas Lagi
Electronic Travel Authorization (eTA)
Electronic Travel Authorization (eTA) merupakan izin perjalanan elektronik yang harus diajukan secara daring sebelum keberangkatan. Pemohon diwajibkan mengisi data pribadi dan informasi perjalanan melalui sistem online, kemudian menunggu persetujuan dari otoritas negara tujuan.
Negara yang menerapkan sistem eTA bagi pemegang paspor Indonesia antara lain:
- Kenya – 90 hari
- Saint Kitts and Nevis – 90 hari
- Seychelles – 90 hari
- Jepang – 15 hari
- Pantai Gading – 90 hari
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Ini 86 Negara Bebas Visa untuk Paspor Indonesia pada 2026, Mana Saja?"
Selanjutnya: Tinggal Hitungan Pekan! Girik Tak Berlaku 2026, Ini Nasib Tanah Warga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













