kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.862   19,00   0,11%
  • IDX 8.203   -62,46   -0,76%
  • KOMPAS100 1.155   -12,58   -1,08%
  • LQ45 828   -11,27   -1,34%
  • ISSI 294   -1,79   -0,61%
  • IDX30 431   -4,59   -1,05%
  • IDXHIDIV20 516   -5,32   -1,02%
  • IDX80 129   -1,44   -1,11%
  • IDXV30 142   -0,64   -0,45%
  • IDXQ30 139   -1,83   -1,30%

Pemerintah Percepat Perbaikan Iklim Bisnis untuk Dongkrak Ekonomi


Jumat, 13 Februari 2026 / 10:24 WIB
Pemerintah Percepat Perbaikan Iklim Bisnis untuk Dongkrak Ekonomi
ILUSTRASI. ekspor,impor,pelabuhan,petikemas (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Pemerintah berkomitmen memperbaiki iklim bisnis dalam negeri sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperkuat nilai tukar rupiah.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA . Pemerintah berkomitmen memperbaiki iklim bisnis dalam negeri sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperkuat nilai tukar rupiah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, langkah ini dilakukan melalui sinkronisasi data, aturan, dan fakta di lapangan. Selama ini, banyak pihak menilai sejumlah regulasi menghambat investasi sehingga perlu direvisi.

Namun setelah pengecekan internal di Kementerian Keuangan dan kementerian lain, sebagian besar regulasi dan insentif, termasuk untuk impor bahan baku, dinilai sudah memadai.

Baca Juga: Janji Perbaiki Iklim Bisnis Dalam Negeri

Untuk itu, pemerintah membentuk tim khusus, yakni task force debottlenecking, yang bertugas menyingkirkan hambatan dalam dunia usaha.

"Saya yakin kalau setahun ini kami jalankan terus setiap minggu ada meeting, akhir tahun saya akan menghilangkan hampir semua debottlenecking yang ada di dunia bisnis kita," ujar Purbaya, Kamis (12/2/2026).

Dengan langkah ini, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, investasi akan masuk, mulai dari pasar modal hingga foreign direct investment (FDI), sehingga mendorong penguatan rupiah.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dalam lima tahun ke depan.

Pemerintah akan mendorong produktivitas nasional melalui penguatan industri dan penyiapan tenaga kerja kompeten.

Baca Juga: Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5%, Konsumsi & Investasi Jadi Kunci Dongkrak Ekonomi

Sektor elektronik menjadi salah satu fokus. Hingga kuartal IV-2025, sektor ini berkontribusi sekitar 1,6% terhadap total PDB nasional, dengan pertumbuhan 4,13% secara tahunan.

Airlangga menekankan, pemerintah akan mendorong inovasi, memperluas keterlibatan sektor elektronik dalam global value chain (GVC), serta meningkatkan standar ketenagakerjaan dan tata kelola industri.

Upaya perbaikan iklim bisnis ini juga mendapat dukungan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri. "Kemudahan perizinan dan investasi harus dipercepat," ujarnya.

Baca Juga: Perubahan Iklim Bisnis Modal Ventura: Investor Beralih ke Startup Berorientasi Profit

Menurut Chatib, deregulasi ekonomi akan membantu industri manufaktur, menciptakan lapangan kerja formal yang layak, dan meningkatkan permintaan.

Jika permintaan meningkat, kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia juga diyakini akan memberi efek positif terhadap perekonomian.
 

Selanjutnya: IHSG Dibuka Melemah Jumat (13/2), Simak Proyeksinya Hari Ini

Menarik Dibaca: 7 Film Romantis Wajib Tonton Jomblo, Dijamin Bikin Semangat Move On

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×