Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT PAL Indonesia memastikan rencana konsolidasi BUMN galangan kapal yang tengah dibahas bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bukan merupakan agenda pengurangan tenaga kerja. Langkah ini diklaim sebagai strategi untuk memperkuat dan menyehatkan industri perkapalan nasional.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa konsolidasi difokuskan pada penguatan struktur industri, perbaikan kinerja keuangan, serta peningkatan daya saing agar mampu memenuhi kebutuhan kapal dalam negeri yang terus meningkat.
“Yang sedang kami siapkan adalah pembentukan tim yang kuat dan berkapasitas untuk membangun industri maritim nasional. Konsolidasi bukan sekadar menggabungkan entitas, tetapi menyatukan kompetensi dan memperkuat organisasi,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara
Kaharuddin menegaskan, penataan sumber daya manusia (SDM) dilakukan melalui mekanisme asesmen menyeluruh berbasis kompetensi dan kebutuhan industri. Langkah ini bertujuan memastikan setiap insan galangan dapat ditempatkan sesuai kapasitasnya serta memperoleh ruang pengembangan yang lebih baik.
Menurutnya, integrasi ini justru akan membuka ruang produktivitas yang lebih luas dan menciptakan kesinambungan pekerjaan dalam jangka panjang. Ia optimistis, hidupnya galangan dalam negeri akan memicu multiplier effect bagi industri baja, manufaktur komponen, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Dalam rencana ini, PT PAL diproyeksikan menjadi induk galangan BUMN yang mengoordinasikan kebutuhan kapal nasional, baik untuk sektor energi, transportasi, maupun pertahanan. Sinergi ini nantinya akan melibatkan galangan BUMN dan pihak swasta guna mengurangi ketergantungan pada impor kapal.
Lebih lanjut, Kaharuddin memastikan, proses konsolidasi akan berjalan secara transparan dan terukur dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan industri.
"Ketika produksi kapal meningkat, baik untuk kebutuhan BUMN, logistik energi, maupun pembangunan kapal ikan nasional, maka kebutuhan tenaga kerja akan meningkat secara berjenjang," pungkasnya.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Penyebab Tiffany & CO Disegel Bea Cukai
Selanjutnya: Kepercayaan Publik Dinilai Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Aset Digital
Menarik Dibaca: 13 Makanan Rendah Kalori yang Bagus Dikonsumsi saat Diet
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)