kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.873   30,00   0,18%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Prabowo: Anggaran MBG dari Efisiensi, Bukan Pemborosan Anggaran


Jumat, 13 Februari 2026 / 11:30 WIB
Prabowo: Anggaran MBG dari Efisiensi, Bukan Pemborosan Anggaran
ILUSTRASI. Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo tegaskan anggaran Makan Bergizi Gratis dari efisiensi pemerintah. (KKP/dok)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) didapatkan dari efisiensi yang dilakukan pemerintah. 

Pernyataan ini dilontarkan Presiden yang menyebut ada banyak kritik yang mengatakan bahwa program MBG dianggap sebagai pemborosan anggaran. 

"Kita menghadapi kampanye luar biasa, menjelekkan mengatakan bahwa saya menghamburkan uang padahal uang ini adalah hasil penghematan hasil efisensi," kata Prabowo dalam Peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan, di Jakarta, Jumat (13/2/2026).  

Baca Juga: Prabowo: TNI dan Polri Lahir dari Rakyat, Harus Jadi Garda Terdepan Bangsa

Kepala negara menjelaskan bahwa anggaran MBG didapatkan dari upaya efisiensi program yang dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat. 

Prabowo meyakini jika efisiensi tidak dilakukan anggaran ini akan digunakan untuk sarana korupsi bagi beberapa oknum. 

Prabowo juga membantah anggaran ini didapatkan dari memangkas program prioritas. 

Prabowo menyebut anggaran yang dipangkas adalah anggaran untuk rapat-rapat di hotel, seminar-seminar maupun kunjungan kerja pejabat yang tidak bermanfaat. 

"Ini yang kita hemat uang ini yang kita alihkan kepada MBG, APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan," tegas Prabowo. 

Baca Juga: Prabowo: Defisit APBN 2026 di Bawah 3%, Program Prioritas Dibiayai dari Efisiensi

Prabowo juga menegaskan bahwa tidak ada negara maju yang tidak memberikan investasi besar kepada anak-anak dalam negeri. 

Menurutnya, saat ini sudah ada 75 negara yang memiliki program serupa seperti MBG. Tujuannya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang. 

Prabowo juga mengatakan alasan tetap melaksanakan MBG lantaran mendapatkan data 25% anak Indonesia mengalami kekurangan gizi atau stunting. 

"Stunting waktu itu 25% dari anak-anak kita. Kita tidak bisa dengan teori, program indah. Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa lain bahwa memang satu satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah," tutup Prabowo. 

Selanjutnya: Jakarta dan Cianjur Sepakat Kerja Sama Ketahanan Pangan

Menarik Dibaca: Jangan Ketinggalan! Promo CFC Grab Dine Out Serba Rp 15 Ribu Hanya sampai 26 Februari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×