Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menegaskan belum ada keputusan final terkait penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Proses negosiasi dengan pihak China masih berlangsung dan kini dipimpin langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa hingga saat ini Danantara masih melakukan pembicaraan teknis untuk merampungkan skema pembayaran utang proyek strategis nasional tersebut.
"Kemarin laporan terakhir Rapat di Danantara masih finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ujar Prasetyo dijumpai di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: AHY Sambangi Menkeu Purbaya, Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh
Prasetyo menegaskan, meskipun negosiasi masih berjalan, sumber pembayaran utang tetap akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, ia belum merinci besaran pasti beban yang akan ditanggung oleh kas negara dalam skema tersebut.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin memastikan bahwa pemerintah telah memiliki solusi atas persoalan ini, yang sebelumnya telah ditegaskan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
"Sudah, sudah beres kan, kan waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah beres, sudah beres," ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/2/2026).
Bobby menambahkan bahwa saat ini pemerintah tengah merumuskan tata pelaksanaan teknis penyelesaian pembayaran tersebut.
Baca Juga: Purbaya: Pembahasan Utang Kereta Cepat Whoosh dengan Danantara Makin Jelas
"Tata laksananya lagi dibicarakan dengan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pemerintah memang perlu mengalokasikan pembayaran sekitar Rp 1,2 triliun per tahun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Menurut Presiden, nilai tersebut dinilai sebanding dengan berbagai manfaat yang dirasakan masyarakat.
Manfaat tersebut mencakup pengurangan kemacetan dan polusi di koridor Jakarta–Bandung, serta adanya transfer teknologi perkeretaapian berteknologi tinggi dari China yang diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan transportasi nasional.
Selanjutnya: Daftar Kode Redeem Drag Drive Simulator (DDS) Februari 2026 dan Cara Klaim di Roblox
Menarik Dibaca: IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Rabu (11/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













