kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

AHY Sambangi Menkeu Purbaya, Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh


Selasa, 20 Januari 2026 / 17:49 WIB
AHY Sambangi Menkeu Purbaya, Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh
ILUSTRASI. AHY bertemu Menkeu Purbaya bahas utang Whoosh yang belum tuntas. Pertemuan ini jadi kunci restrukturisasi pembiayaan proyek. (KONTAN/Yuliana Hema)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas restrukturisasi utang Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh.

Pertemuan berlangsung di kantor Kementerian Keuangan.

AHY menjelaskan, pertemuan dengan Purbaya akan membahas soal restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang sampai saat ini belum menemukan titik terang.

"Konektivitas yang saya sampaikan di awal tadi juga pasti akan terkait dengan kereta cepat. Kereta cepat Jakarta-Bandung yang beberapa saat yang lalu juga mendapatkan perhatian masyarakat luas," ujar AHY ditemui di Kementerian Keuangan pada Selasa (20/1/2026).

Lebih lanjut, kata AHY pemerintah tidak hanya menargetkan agar Whoosh dapat beroperasi dengan baik dan berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang pengembangan jalur kereta cepat ke wilayah lain di masa depan.

Baca Juga: Purbaya: Pembahasan Utang Kereta Cepat Whoosh dengan Danantara Makin Jelas

Selain itu, kedatangannya untuk berkonsultasi terkait dengan pendanaan infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar maupun penanganan bencana di Sumatera.

Namun AHY saat ini mengaku tengah memastikan arahan Presiden Prabowo dapat dijalankan dengan baik kedepannya

"Intinya terkait dengan pembangunan struktur di seluruh wilayah Indonesia ini kan perlu dukungan anggaran. Kita ingin menyampaikan kepada beliau apa saja yang perlu mendapatkan atensi dan juga dukungan," lanjutnya.

AHY tiba di kantor Purbaya mengenakan batik corak hitam putih lengan panjang didampingi Sesmenko Bidang Infrastruktur dan para deputi lainnya dan disambut sejumlah pejabat Kemenkeu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto buka suara soal polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh sebesar Rp 1,2 triliun per tahun.

Pemerintah memiliki uang untuk membayar utang dari proyek kereta cepat. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung soal pemberantasan korupsi untuk menyelamatkan uang rakyat.

Prabowo juga meminta publik untuk tidak meributkan polemik utang kereta cepat alias Whoosh. Ia menyatakan akan mengambil tanggung jawab perihal itu.

"Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi (setelah diambil negara) saya hemat. Enggak saya kasih kesempatan. Jadi saudara saya minta bantu saya semua. Jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela. Uang nanti banyak untuk kita. Untuk rakyat semua," ujar Prabowo usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Menurut Prabowo, semua sarana teknologi yang dihadirkan untuk kepentingan bersama adalah tanggung jawab pemerintah. Terdapat mekanisme public service obligation (PSO) di dalamnya.

Baca Juga: KCIC: Restrukturisasi Utang Whoosh Masih Digodok dengan Pemegang Saham

Sebagai informasi, KCJB alias Whoosh kini menghadapi beban utang yang cukup berat.

KAI selaku induk usaha dan salah satu pemegang saham terbesar, bersama dengan tiga BUMN lainnya harus menanggung renteng kerugian dari Whoosh sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI).

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited) yang dipublikasikan di situs resminya, entitas anak KAI, PT PSBI, tercatat merugi hingga Rp 4,195 triliun sepanjang 2024.

Artinya, dalam sehari saja bila menghitung dalam setahun ada 365 hari, konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung rugi dari beban KCIC sebesar Rp 11,493 miliar per hari. Kerugian itu masih berlanjut tahun ini.

Hingga semester I-2025 atau periode Januari–Juli, PSBI sudah membukukan kerugian sebesar Rp 1,625 triliun.

Selanjutnya: Aktivasi Coretax DJP Capai 12,21 Juta Wajib Pajak hingg 20 Januari 2026

Menarik Dibaca: Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026, 3 Unggulan di Sektor Ganda Bertumbangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×