kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Meski Minggu, Sri Mulyani melobi IsDB demi utang US$ 250 juta untuk tangani Covid-19


Senin, 27 April 2020 / 00:27 WIB
Meski Minggu, Sri Mulyani melobi IsDB demi utang US$ 250 juta untuk tangani Covid-19
ILUSTRASI. Delegates chats near a banner as attend the 41st annual meeting of the Islamic Development Bank (IDB) at the Jakarta Convention Center in Jakarta, Indonesia, May 18, 2016. REUTERS/Indonesia


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

IsDB meluncurkan program 3R (Respons, Restore, Restart). Adapun dana emergensi Covid-19 dari IsDB untuk Indonesia yang dalam proses negosiasi berkisar antara US$200 juta- US$ 250 juta. 

Sebelumnya Asian Development Bank (ADB) juga telah menyetujui utang senilai US$ 1,5 miliar untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menanggulangi dampak pandemi virus corona Covid-19 yang menyasar sektor kesehatan masyarakat, sosial, dan perekonomian.

Baca Juga: Rumah makan dan restoran di DKI Jakarta boleh buka saat PSBB, bagaimana aturannya?

Presiden ADB Masatsugu Asakawa mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan dampak yang berat bagi sektor tersebut. Sebab itu, dukungan anggaran dari ADB diharapkan bisa membantu membantu pemerintah mengatasi tantangan Covid-19 dengan berfokus kepada kelompok miskin dan rentan miskin, termasuk kaum perempuan.

Baca Juga: Kemenkeu prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2020 sebesar 4,52% - 4,68%

Baca Juga: Ada larangan mudik, delapan titik pintu masuk Jawa Timur disekat

"Pembiayaan ini merupakan bagian dari dukungan ADB untuk membantu Indonesia dalam merespons wabah Covid-19 yang dikoordinasikan dengan mitra pembangunan lain," ujar Masatsugu dalam keterangannya, Kamis (23/4).

Adapun utang ini berasal dari opsi respons pandemi Covid-19 yang diinisiasi oleh ADB. Yaitu, berupa fasilitas dukungan kontrasiklus yang menjadi bagian dari paket bantuan senilai US$ 20 miliar.

Baca Juga: Yuk mengenal jenis masker yang pas untuk kita pakai melawan virus corona

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawari mengatakan, dukungan dari ADB akan sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan langkah-langkah menyeluruh untuk memitigasi dampak pandemi ini.

"Kami menghargai cepatnya respons ADB dan eratnya komunikasi dengan pemerintah untuk membantu kebutuhan mendesak di Indonesia," tandas Sri Mulyani. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×