kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.901   42,00   0,25%
  • IDX 8.310   97,96   1,19%
  • KOMPAS100 1.169   11,37   0,98%
  • LQ45 839   8,86   1,07%
  • ISSI 297   2,12   0,72%
  • IDX30 438   6,14   1,42%
  • IDXHIDIV20 525   8,40   1,63%
  • IDX80 130   1,09   0,85%
  • IDXV30 143   1,04   0,73%
  • IDXQ30 141   2,01   1,45%

Mentan Paparkan Progres Perbaikan hingga Bantuan di Lokasi Bencana Aceh-Sumatra


Rabu, 18 Februari 2026 / 16:20 WIB
Mentan Paparkan Progres Perbaikan hingga Bantuan di Lokasi Bencana Aceh-Sumatra
ILUSTRASI. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (chelsea KONTAN/Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ungkap rencana pembangunan peternakan ayam) Kementan terus memulihkan sektor pangan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) terus memulihkan sektor pangan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa total bantuan yang sudah terealisasi untuk wilayah tersebut mencapai Rp 1,52 triliun.

Bantuan tersebut terdiri dari bantuan negara reguler sekitar Rp 1 triliun, serta bantuan non-reguler dari Mitra dan Kementan Peduli sebesar Rp 75,8 miliar. Amran menegaskan, stok pangan di lapangan saat ini masih dalam kondisi aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Total bantuan yang sudah terealisasi Rp 1,52 triliun. Stok beras di lapangan kurang lebih 100.000 ton atau tiga bulan kebutuhan di lapangan," ujarnya dalam rakor Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Baca Juga: Ramadhan 2026 Diprediksi Jadi Puncak Laporan SPT, Ini Panduan Lapor SPT Via Coretax

Amran mengungkapkan, tingkat kerusakan lahan sawah yang terdampak bencana mencapai 94.000 hektare (ha). Untuk memulihkan produktivitas lahan tersebut, pihaknya telah mengajukan kebutuhan tambahan anggaran ke Bappenas dan Menteri Keuangan, selain menggeser anggaran internal yang sudah ada.

"Anggaran reguler kami, kami gunakan Rp 1,49 triliun 2025-2026 kami geser, kemudian masih butuh tambahan di 2026 Rp 2,1 triliun, 2027 Rp 1,1 triliun. Total Rp 4,7 triliun, tetapi kami sudah geser anggaran Rp 1,4 triliun anggaran reguler dari Kementerian Pertanian," ungkapnya.

Kabar baiknya, progres pemulihan sawah di Aceh, Sumut, dan Sumbar menunjukkan hasil positif. Amran menyebut tanah sisa longsoran ternyata merupakan humus yang subur, sehingga pemerintah hanya perlu fokus memperbaiki sistem irigasi untuk memulai kembali masa tanam.

"Hari ini kita sudah kirim dan penanaman kurang lebih 39.000 hektare. Insya Allah sektor pertanian khususnya pangan, kita tersedia pangan, kita di lapangan cukup untuk 3 bulan ke depan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Amran memastikan, ketahanan pangan nasional secara umum tidak terganggu oleh bencana di wilayah Sumatra. "Stok nasional kita hari ini Alhamdulillah tertinggi yaitu 3,5 juta ton," pungkasnya.

Baca Juga: Purbaya Akan Salurkan Rp 75 Triliun Secara Bertahap Untuk Pemulihan Bencana Sumatra

Selanjutnya: Jadwal Maghrib Palembang: Ini Waktu Buka Puasa 1 Ramadan 2026

Menarik Dibaca: 5 Kebiasaan Keuangan yang Sering Bikin Uang Cepat Habis Menurut Charlie Munger

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×