Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru terkait penanganan bencana hidrometeorologi basah (banjir dan longsor) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga Rabu (14/1/2026), total korban meninggal dunia yang terdata telah mencapai 1.190 orang.
Penambahan jumlah korban jiwa terjadi setelah tim gabungan menemukan satu jenazah lagi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Selain korban jiwa, BNPB juga masih mencatat sebanyak 141 orang hilang dan 131.521 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal. Salah satu instrumen kuncinya adalah menekan risiko bencana susulan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Baca Juga: BNPB Intensifkan Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemulihan Pasca Banjir di Sumatera
“Hingga 14 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah dilaksanakan sebanyak 449 sorti dengan total bahan semai NaCl dan CaO sebesar 431.600 kilogram,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
Tak hanya di Aceh, operasi serupa juga dilakukan di Sumatra Utara sebanyak 368 sorti dengan total bahan semai 322 ton, serta di Sumatra Barat sebanyak 384 sorti dengan bahan semai mencapai 381.325 kilogram. Operasi ini penting untuk mengendalikan intensitas hujan di wilayah rawan agar proses rehabilitasi tidak terhambat cuaca ekstrem.
Dari sisi pemulihan hunian, pemerintah menargetkan untuk merampungkan hunian sementara (huntara) sebelum bulan Ramadan. Data BNPB menunjukkan ada 51.740 unit rumah rusak berat akibat bencana ini.
"Telah diajukan pembangunan hunian sementara sebanyak 27.560 unit. Saat ini, 4.304 unit masih dalam proses pembangunan dan 262 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni," tambah Abdul.
Baca Juga: BNPB: Korban Bencana Sumatra Capai 1.182 Jiwa, Aceh Perpanjang Tanggap Darurat
Pemerintah juga mengoptimalkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk menyokong ekonomi masyarakat terdampak. Hingga pertengahan Januari, pengajuan DTH telah mencapai 15.305 kepala keluarga (KK), di mana 10.656 rekening penerima telah siap untuk dilakukan penyaluran.
Di samping itu, terkait urusan logistik, Abdul mengatakan, total bantuan yang dimobilisasi sejak akhir November 2025 telah mencapai 1.742 ton. BNPB mengklaim tingkat penyaluran logistik sudah mencapai 99,7% melalui jalur darat maupun udara ke seluruh titik terdampak.
Meskipun kondisi lapangan mulai membaik dengan kembalinya 64.021 pengungsi ke rumah masing-masing, BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat mitigasi jangka panjang. Percepatan infrastruktur dasar dan pemenuhan hunian layak tetap menjadi prioritas guna mengembalikan denyut ekonomi masyarakat yang lumpuh akibat bencana.
Baca Juga: BNPB Targetkan Sekolah di Aceh Utara Beroperasi Awal 2026
Selanjutnya: Dilema Kebijakan Nikel, Antara Ambisi Mengendalikan Harga dan Risiko Smelter Mangkrak
Menarik Dibaca: Daftar HP Murah Spek Dewa Harga 4 Juta: Ada yang Tawarkan Baterai Jumbo 7300 mAh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
