kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menempuh upaya banding, bos Hotel Kuta Paradiso berharap hakim adil


Kamis, 30 Januari 2020 / 12:55 WIB
ILUSTRASI. Terdakwa Harijanto Karjadi, saat sidang kasus Hotel Kuta Paradiso  di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (3/12/2019).


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Selain melapor ke Polda Bali, Tomy Winata juga mengajukan gugatan perdata wanprestasi terhadap PT GWP dan Harijanto Karjadi dkk di PN Jakarta Pusat dengan menuntut ganti rugi lebih dari US$ 31 juta.

Baca Juga: Bos Hotel Kuta Paradiso bantah beri keterangan palsu

Tapi gugatan Tomy Winata tersebut ditolak pada 18 Juli 2019 melalui Putusan Perkara Nomor 223/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Pst, dan putusan tersebut dikuatkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dalam Putusan Nomor: 702/PDT/2019/PT.DKI tanggal 26 Desember 2019.

Terkait jual-beli dan pengalihan piutang PT GWP dari Bank CCBI kepada Tomy Winata, Fireworks Ventures Limited yang mengklaim sebagai kreditur tunggal PT GWP mengajukan gugatan dalam perkara No. 555/pdt.G/2018/PN. Jkt. Utr.

Dalam perkara ini, majelis hakim menilai Bank CCBI dan Tomy Winata telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait dengan pengalihan hak tagih piutang PT GWP pada 12 Februari 2018, dan menyatakan pengalihan  itu tidak mempunyai kekuatan mengikat secara hukum.

Terhadap putusan ini, Bank CCBI lewat kuasa hukum Otto Hasibuan mengajukan banding. Hal serupa ditempuh Tomy Winata melalui kuasa hukum Maqdir Ismail.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×