kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Masuk Tahun Politik, Bahlil Yakin Target Investasi Tetap Moncer


Jumat, 21 Juli 2023 / 13:32 WIB
Masuk Tahun Politik, Bahlil Yakin Target Investasi Tetap Moncer
ILUSTRASI. Memasuki tahun politik diprediksi para investor akan cenderung wait and see dalam menanamkan modalnya di Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA Memasuki tahun politik diprediksi para investor akan cenderung wait and see dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

Namun, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yakin, target investasi yang sebesar Rp 1.400 triliun masih memungkinkan untuk dicapai.

Hal ini berkaca pada realisasi investasi sampai semester I-2023 yang telah tercapai Rp 678,7 triliun, atau 48,5% dari target investasi tahun ini.

“Kalau tren ini terus terjadi, sekalipun kita masuk tahun politik dan kita bisa jaga kondisi, maka insyallah target Rp 1.400 triliun tercapai,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (21/7).

Baca Juga: Realisasi Penanaman Modal Asing Semester I Tumbuh 17%, Singapura Masih Memimpin

Bahlil mengingatkan, yang paling penting untuk mencapai target investasi tersebut adalah dengan tetap memastikan stabilitas politik di dalam negeri dalam keadaan baik.

“Kalau ada dinamika di partai ada proses munas, ya munas-nya baik-baik, jangan ribut-ribut. Pemilihan presiden ya jangan terlalu banyak tegang-tegang. Kita santai aja,” katanya.

Dirinya meyakini, apabila kondisi politik tersebut dapat dijaga, maka investasi kedepan akan memberikan kontribusi terbaik dalam menciptakan lapangan kerja, menambah pendapatan negara, hingga bisa tetap memberikan nilai tambah.

“Kita tetap konsisten pada hilirisasi, tidak boleh ada yang ngatur-ngatur negara ini. Yang bisa mengatur negara ini hanya pemerintah Indonesia dan rakyat,” tegas Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×