kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR024 Mulai 6 Maret, Beri Kupon Hingga 5,9%


Jumat, 06 Maret 2026 / 14:33 WIB
Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR024 Mulai 6 Maret, Beri Kupon Hingga 5,9%


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko akan membuka penawaran Sukuk Ritel seri SR024 kepada investor individu mulai 6 Maret hingga 15 April 2026 pukul 12.00 WIB.

Instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tersebut terdiri dari dua seri, yakni SR024T3 dengan tenor 3 tahun dan SR024T5 dengan tenor 5 tahun. Penjualan dilakukan secara online melalui sistem e-SBN sebagai bagian dari upaya pemerintah memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi syariah negara.

"Dalam rangka mendukung upaya pendalaman pasar keuangan domestik, Pemerintah akan melakukan penjualan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu secara online (e-SBN), yaitu instrumen Sukuk Ritel Seri SR024T3 (Tenor 3 Tahun) dan SR024T5 (Tenor 5 Tahun)," tulis pengumuman tersebut, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Kemenlu Belum Berencana Evakuasi WNI di Lebanon

Dalam ketentuan yang disampaikan DJPPR Kemenkeu, kedua seri Sukuk Ritel ini menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased.

Seri SR024T3 memiliki tenor tiga tahun dengan jatuh tempo pada 10 Maret 2029, sementara SR024T5 memiliki tenor lima tahun dengan jatuh tempo pada 10 Maret 2031. Pemerintah menawarkan imbal hasil tetap (fixed coupon) masing-masing sebesar 5,55% per tahun untuk SR024T3 dan 5,90% per tahun untuk SR024T5.

Kupon sukuk tersebut dibayarkan setiap bulan pada tanggal 10, selama hari tersebut merupakan hari kerja atau hari operasional sistem pembayaran Bank Indonesia. Pembayaran imbalan pertama akan dilakukan pada 10 Mei 2026 dengan skema short coupon.

Adapun tanggal setelmen atau penerbitan sukuk dijadwalkan pada 22 April 2026. Instrumen ini berbentuk tanpa warkat (scripless) dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder mulai 11 Mei 2026 atau setelah berakhirnya masa minimum holding period yang berlangsung selama satu kali pembayaran imbalan.

Untuk pemesanan, pemerintah menetapkan minimum pembelian sebesar Rp1 juta dan berlaku kelipatan Rp1 juta. Sementara batas maksimum pembelian ditetapkan Rp5 miliar untuk SR024T3 dan Rp10 miliar untuk SR024T5.

Underlying asset dari sukuk ini berasal dari Barang Milik Negara (BMN) serta proyek dan kegiatan kementerian/lembaga yang tercantum dalam APBN 2026.

Proses pembelian Sukuk Ritel dilakukan secara online melalui empat tahap, yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan. Pemesanan dilakukan melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi yang telah terhubung dengan sistem e-SBN.

Sebelum melakukan pemesanan, calon investor diimbau untuk mempelajari Memorandum Informasi Sukuk Ritel SR024T3 dan SR024T5 agar memahami seluruh ketentuan investasi. Dalam penawaran kali ini, pemerintah menunjuk 32 mitra distribusi yang terdiri dari bank umum, bank syariah, perusahaan sekuritas, hingga platform teknologi finansial.

Baca Juga: KPK: Bupati Fadia Punya Kendali Penuh Kelola PT RNB Termasuk Pembagian Uang

Beberapa bank yang menjadi mitra distribusi antara lain Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng bank syariah seperti Bank Syariah Indonesia serta platform investasi digital seperti Bareksa, Bibit, dan Tanamduit untuk memperluas jangkauan investor ritel.

Melalui penerbitan Sukuk Ritel SR024 ini, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional semakin meningkat sekaligus memperkuat pengembangan pasar keuangan syariah di dalam negeri.

Masyarakat atau investor individu dapat membeli SBSBN ini melalui daftar mitra distribusi berikut :

Bank Umum:
1. PT Bank Central Asia Tbk
2. PT Bank CIMB Niaga Tbk
3. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
4. PT Bank DBS Indonesia
5. PT Bank HSBC Indonesia
6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk
8. PT Bank Mega Tbk
9. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
10. PT Bank OCBC NISP Tbk
11. PT Bank Panin Tbk
12. PT Bank Permata Tbk
13. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
14. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
15. PT Bank UOB Indonesia
16. PT Bank SMBC Indonesia Tbk
17. Standard Chartered Bank


Bank Umum Syariah:
18. PT Bank Victoria International Tbk
19. PT Bank Syariah Indonesia Tbk
20. PT Bank Muamalat Tbk

Perusahaan Efek:
21. PT BNI Sekuritas
22. PT BRI Danareksa Sekuritas
23. PT Mandiri Sekuritas
24. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
25. PT Bahana Sekuritas
26. PT Binaartha Sekuritas
27. PT Panin Sekuritas Tbk
28. PT Phillip Sekuritas Indonesia

Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology):
29. PT Bareksa Portal Investasi
30. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
31. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
32. PT Bibit Tumbuh Bersama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×