kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Timur Tengah Memanas, Pemerintah Tangguhkan Pembahasan Terkait BoP


Jumat, 06 Maret 2026 / 15:06 WIB
Timur Tengah Memanas, Pemerintah Tangguhkan Pembahasan Terkait BoP


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut pemerintah tengah menangguhkan seluruh pembahasan terkait Board of Peace (BoP) seiring meningkatnya eskalasi di sejumlah negara Timur Tengah. 

“Dan sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Menlu (Sugiono) juga beberapa hari yang lalu bahwa segala pembahasan tentang Board of Peace saat ini ditangguhkan atau istilahnya on hold,” kata Jubir I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (6/3/2026). 

Yvonne mengatakan, saat ini, pemerintah fokus memastikan keselamatan dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik. 

“Dan kita juga fokus untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi dampak eskalasi tersebut,” ujar dia.

Baca Juga: Cadangan Devisa Menyusut, Risiko Konflik Timur Tengah dan Tekanan Rupiah Jadi Ancaman

Ia menegaskan bahwa setiap keputusan terkait partisipasi Indonesia dalam berbagai mekanisme internasional didasarkan pada pertimbangan politik luar negeri bebas aktif dan kepentingan nasional.

“Saya tekankan lagi kepentingan nasional kita, serta perkembangan situasi di lapangan,” tegas dia. 

Di sisi lain, Kemlu RI memastikan bahwa tidak ada laporan WNI yang menjadi korban akibat konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. 

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan, sejumlah WNI hanya terdampak pembatalan penerbangan sehingga sempat terdampar. 

“Hingga saat ini, belum diterima laporan adanya WNI yang terdampak langsung oleh serangan,” kata Heni, dalam jumpa pers yang sama. 

“Yang terdampak saat ini adalah adanya WNI stranded karena pembatasan atau penutupan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional,” sambung Heni. 

Meski begitu, para WNI yang terdampar tersebut mendapatkan akomodasi, penginapan, serta konsumsi sambil menunggu penerbangan lanjutan. 

Pemantauan jadwal penerbangan juga terus dilakukan dan dikomunikasikan oleh perwakilan RI bersama otoritas setempat. 

Heni menambahkan bahwa Kemlu RI juga tengah fokus menangani jemaah umrah seiring dengan meningkatkannya eskalasi di Timur Tengah. 

Perwakilan RI menerjunkan tim pemantauan selama 24 jam di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, untuk menangani WNI jemaah umrah yang tertahan.

“Dan jemaah yang masih tertahan kepulangannya di bawah koordinasi perwakilan dan pihak travel dicarikan akomodasi atau penginapan di sekitar Bandara Jeddah dan Madinah sambil menunggu tiket kepulangan yang tersedia,” tegas dia.

Evakuasi dari Iran Sementara itu, Kemlu RI mulai mengevakuasi bertahap terhadap WNI di Iran pada Jumat (6/4/2026). Untuk tahap pertama, sebanyak 32 WNI akan dievakuasi. 

“Terkait rencana evakuasi WNI di Iran, tentunya mencermati perkembangan situasi dan keamanan di Iran, evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini,” ujar Heni. 

Dia melaporkan bahwa tahap pertama evakuasi WNI di Iran bakal melalui jalur Azerbaijan.

Namun, jalur evakuasi selanjutnya masih akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan ditentukan oleh perwakilan RI di KBRI Teheran dan KBRI Baku, Azerbaijan. 

“Untuk rencana evakuasi selanjutnya akan diputuskan oleh Pemerintah RI setelah melalui berbagai pertimbangan keamanan yang paling update dan aspek-aspek lainnya,” ujar dia.

Baca Juga: Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR024 Mulai 6 Maret, Beri Kupon Hingga 5,9%

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/06/14395811/pemerintah-tangguhkan-pembahasan-bop-usai-eskalasi-di-timur-tengah-meningkat?page=2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×