kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Masuk Kategori Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Sulit Keluar Middle Income Trap


Minggu, 04 Agustus 2024 / 14:02 WIB
Masuk Kategori Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Sulit Keluar Middle Income Trap
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja menyebrang di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (16/4/2024). Masuk Kategori Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Sulit Keluar Middle Income Trap


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

Bank Dunia mengidentifikasi, ada strategi 3i untuk keluar dari middle income trap. Namun, strategi tersebut memerlukan penyesuaian dari perkembangan ekonomi di negara masing-masing.

Fase 1i adalah investasi. Negara-negara berpendapatan rendah perlu fokus pada peningkatan investasi publik dan swasta untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat. Namun, ketika mereka mencapai status berpendapatan menengah ke bawah, mereka perlu mengubah arah dan memperluas campuran kebijakan ke fase selanjutnya.

Fase 2i adalah investasi dan infusi. Fase ini terdiri dari adopsi teknologi dari luar negeri dan menyebarkannya ke seluruh perekonomian.

Baca Juga: Tantangan Ekonomi dan Investasi Publik

Fase 3i adalah investasi, infusi, dan inovasi. Pada tingkat berpendapatan menengah ke atas, negara-negara harus mengubah arah lagi ke fase yang terakhir. Mereka tidak diperbolehkan lagi mengadopsi  ide teknologi dalam kegiatan produksi perekonomiannya, tapi harus mencapai ke tahap inovasi.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meyakini bahwa Indonesia mampu terlepas dari middle income trap.

“Tantangan kita selanjutnya, kita harus petakan seluruh provinsi. Kita lihat economic driver-nya seperti apa. Kita sudah punya semua data sehingga kita bisa melihat apa yang harus kita lakukan agar setiap daerah bisa seperti Jakarta, atau seperti Kalimantan Timur, atau bahkan kemarin waktu di Sumatra Selatan, Ogan Ilir, pun sudah lolos middle income trap," kata Menko Airlangga, dalam siaran persnya, Kamis (25/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×