kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Tarif AS 19% Berlaku, Ini Sektor yang Diprediksi Bakal Kebanjiran Investor Asing


Jumat, 08 Agustus 2025 / 12:48 WIB
Tarif AS 19% Berlaku, Ini Sektor yang Diprediksi Bakal Kebanjiran Investor Asing
ILUSTRASI. REUTERS/Yuriko Nakao. Ekonom HSBC menilai arus investasi asing langsung yang lesu saat ini berpotensi kembali masuk ke RI setelah tarif resiprokal 19% resmi diterapkan.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. HSBC Global Research menilai arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang masih lesu saat ini berpotensi kembali mengalir deras ke Indonesia setelah tarif resiprokal 19% resmi diterapkan.

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan momentum tersebut, terutama di sektor manufaktur berteknologi menengah (mid-tech manufacturing).

Menurutnya, ketidakpastian terkait perdagangan dan tarif selama ini membuat banyak perusahaan global menunda ekspansi.

"Seiring aturan tarif baru yang difinalisasi, banyak perusahaan modal ventura di seluruh dunia dapat kembali beroperasi dan FDI pun dapat kembali beroperasi," ujar Pranjul dalam Media Briefing yang digelar secara virtual, Jumat (8/8).

Baca Juga: Duta Intidaya (DAYA) Memacu Bisnis Watsons, Gelar Program Diskon 8.8 Shopathon

Ia menyebut, Indonesia bisa menjadi tujuan FDI pada paruh kedua tahun ini, dengan fokus pada industri mid-tech yang padat karya seperti tekstil, pakaian jadi, alas kaki, dan furnitur.

Menurutnya, sektor-sektor ini sedang mengalami perombakan rantai pasok global yang dapat menguntungkan negara-negara ASEAN.

"Saya rasa Indonesia dapat menarik FDI di putaran kedua, terutama di sektor manufaktur berteknologi menengah," katanya. 

Meski sudah memiliki basis ekspor di sektor ini, menurut Pranjul, skala produksi Indonesia dinilai masih perlu ditingkatkan. Ia mencontohkan, ekspor pakaian jadi Indonesia ke dunia saat ini hanya sekitar 25% dari Vietnam. 

"Dan ketika aturan baru berlaku, mungkin bisa menarik lebih banyak FDI di sektor mid-tech yang padat karya ini," pungkasnya. 

Baca Juga: Founder DATA dan Petinggi GULA Borong Saham PPRI, Ini Tujuannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×