kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lonjakan kasus Covid-19 perberat pencapaian target pertumbuhan ekonomi kuartal II


Senin, 14 Juni 2021 / 19:06 WIB
ILUSTRASI. Lonjakan kasus Covid-19 akan memperberat pencapaian target pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju kasus harian Covid-19 di Indonesia beberapa hari terakhir mengalami tren kenaikan. Dilansir dari website resmi Covid19.go.id per 14 Juni 2021 jumlah angka positif di Indonesia mecapai 1,91 juta orang dan angka kesembuhan 1,75 juta orang.

Dengan tren kenaikan kasus pasca libur lebaran diprediksi angka kasus positif dapat menembus 2 juta orang.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ajib Hamdani mengatakan kenaikan kasus tentu secara ekonomi, akan membebani target pemerintah.

Baca Juga: Bidik pertumbuhan ekonomi 7%, ini upaya yang ditempuh pemerintah

Adapun target pertumbuhan ekonomi pemerintah pada kuartal kedua ini sekitar 7%. "Pada kuartal kedua ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pertumbuhan ekonomi," kata Ajib saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (14/6).

Ajib menilai, dengan melonjaknya kasus Covid-19 pasca lebaran, akan kembali membuat kontraksi ekonomi, dan target pertumbuhan ekonomi akan berat untuk dicapai.

Maka, pemerintah harus kembali membuat kebijakan dan penguatan serta edukasi agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Namun tak dipungkir adanya pengetatan protokol kesehatan tentu akan mempengaruhi pergerakan masyarakat dan juga pergerakan uang, dimana akan kontraproduktif dengan pertumbuhan ekonomi.

"Kuartal kedua, masuk di Bulan April-Mei-Juni. Artinya, kalau pembatasan dilakukan mulai Juni ini, akan secara langsung membuat target pertumbuhan ekonomi 7% akan berat," jelas Ajib.

Selanjutnya: Kasus Covid-19 melonjak, Sri Mulyani beberkan dampaknya ke ekonomi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×