kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bank Indonesia (BI) Diproyeksi Kembali Tahan Suku Bunga di RDG November 2025


Senin, 17 November 2025 / 11:57 WIB
Bank Indonesia (BI) Diproyeksi Kembali Tahan Suku Bunga di RDG November 2025
ILUSTRASI. Bank Permata memproyeksi Bank Indonesia (BI) kembali tahan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18-19 November 2025


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diproyeksi kembali menahan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18-19 November 2025 di level 4,75%.

Kepala Departemen Riset Makroekonomi & Pasar Keuangan Bank Permata Faisal Rachman mengatakan, BI akan cenderung menahan BI-Rate di RGD pada bulan ini, di tengah ketidakpastian global yang masih cukup tinggi sehingga memberikan dampak risk off.

Ke depan, Faisal melihat masih ada ruang penurunan lanjutan pada Desember 2025 sebesar 25 basis poin (bps).

“Kami masih membuka kemungkinan di Desember 2025 namun harus melihat perkembangan inflasi dan nilai tukar rupiah juga serta aliran capital inflow,” tutur Faisal kepada Kontan, Senin (17/11/2025).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Menjadi US$ 424,4 Miliar Pada Kuartal III 2025

Selain itu, ia juga mengungkapkan, kemungkinan pemangkasan BI-Rate di Desember akan bergantung juga pada  bagaimana arah keputusan The Fed ke depan terkait ruang pemotongan Federal Funds Rate (FFR).

Lebih lanjut, Faisal memperkirakan, pada 2026 mendatang arah pemangkasan BI-Rate masih terbuka lebar, meski tak selebar di 2025.

“Kami proyeksi di kisaran 50 bps ruang pemotongan BI-Rate (2026),” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa alasan pemangkasan BI-Rate tidak selebar tahun 2025 adalah karena kebijakan yang terlalu pro-pertumbuhan berpotensi memperlebar defisit kembar, yakni defisit transaksi berjalan (CAD) dan defisit fiskal, sehingga perlu langkah antisipatif.

Dari sisi eksternal, ia menilai dampak kebijakan tarif perdagangan terhadap inflasi AS melalui kenaikan tarif juga belum sepenuhnya terlihat, sehingga kemungkinan The Fed tidak akan terlalu agresif memangkas FFR.

Baca Juga: BGN Bantah Distribusi Susu MBG di Lampung Sudah Kadaluwarsa

“Jadi untuk menjaga positif gap atau interest rate differential maka ruangnya menjadi terbatas, apalagi pemotongan BI-Rate sudah sangat agresif di tahun ini jika dibanding The Fed,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×