kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.969   -26,00   -0,15%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Jokowi minta Menkeu evaluasi penggunaan anggaran


Senin, 27 Oktober 2014 / 21:27 WIB
Jokowi minta Menkeu evaluasi penggunaan anggaran
ILUSTRASI. Manfaat buah manggis untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden  Joko Widodo (Jokowi) ingin agar pengelolaan anggaran lebih efisien. Maka dari itu, Jokowi memberi pekerjaan rumah kepada Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk melakukan evaluasi terhadap alokasi anggaran.

Menurut Bambang, Jokowi melihat adanya pengelolaan anggaran yang tidak efisien. Misalnya, dana bantuan sosial (bansos). Dana bansos tersebar banyak di berbagai kementerian meskipun jumlahnya tidak terlalu besar.

Dengan tersebar seperti ini efektivitasnya kurang memadai. "Padahal kalau  itu jadi satu, kita bisa buat sistem proteksi sosial yang bagus, yang langsung tepat sasaran," ujar Bambang di Jakarta, Senin (27/10).

Apakah memang harus anggaran bansos berada di setiap kementerian atau lebih baik diintergrasikan pada satu kementerian. Selain dana bansos, yang juga akan dilihat adalah biaya promosi pariwisata.

Selama ini biaya promosi pariwisata relatif rendah. Padahal, biaya promosi pariwisata menyebar di berbagai kementerian. 

Ketika ditanyakan apakah nantinya anggaran akan disatukan ke satu kementerian yang relevan, Bambang belum bisa menjawab. "Sampai ke satu kementerian ekstrem mungkin juga tidak. Tapi intinya jangan menyebar seperti sekarang dan tidak terarah koordinasi dan planningnya," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×