kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kabinet kerja Jokowi belum singgung RAPBN-P 2015


Senin, 27 Oktober 2014 / 20:50 WIB
ILUSTRASI. Nonton Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Episode 7, Berikut Link Subtitle Indonesia


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 menjadi perihal yang paling ditunggu-tunggu lantaran berkaitan dengan arah kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Namun, hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai hal tersebut.

"Belum ada. Belum bahas detil atau teknis," ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Senin (27/10).

Ketika ditanyakan mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Mantan Wakil Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga menjelaskan belum ada pembahasan. Kenaikan harga BBM belum dibahas dalam sidang kabinet perdana Jokowi Senin kemarin (27/10).

Yang menjadi arahan ekonomi Jokowi saat ini adalah menjaga ketahanan ekonomi Indonesia pada tahun 2015. Tantangan tahun depan tidak mudah karena dihadapi dengan rencana normalisasi kebijakan moneter Amerika. "Dua tugas pokok yang harus saya jaga adalah menjaga ketahanan fiskal dan kestabilan ekonomi," pungkas Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×