kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kabinet kerja Jokowi belum singgung RAPBN-P 2015


Senin, 27 Oktober 2014 / 20:50 WIB
Kabinet kerja Jokowi belum singgung RAPBN-P 2015
ILUSTRASI. Nonton Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Episode 7, Berikut Link Subtitle Indonesia


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 menjadi perihal yang paling ditunggu-tunggu lantaran berkaitan dengan arah kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Namun, hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai hal tersebut.

"Belum ada. Belum bahas detil atau teknis," ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Senin (27/10).

Ketika ditanyakan mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Mantan Wakil Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga menjelaskan belum ada pembahasan. Kenaikan harga BBM belum dibahas dalam sidang kabinet perdana Jokowi Senin kemarin (27/10).

Yang menjadi arahan ekonomi Jokowi saat ini adalah menjaga ketahanan ekonomi Indonesia pada tahun 2015. Tantangan tahun depan tidak mudah karena dihadapi dengan rencana normalisasi kebijakan moneter Amerika. "Dua tugas pokok yang harus saya jaga adalah menjaga ketahanan fiskal dan kestabilan ekonomi," pungkas Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×