kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.198   -122,89   -1,48%
  • KOMPAS100 1.133   -16,01   -1,39%
  • LQ45 807   -5,13   -0,63%
  • ISSI 295   -10,10   -3,31%
  • IDX30 419   1,10   0,26%
  • IDXHIDIV20 498   4,16   0,84%
  • IDX80 125   -1,64   -1,29%
  • IDXV30 136   -2,11   -1,53%
  • IDXQ30 135   0,57   0,43%

Soal Update Negosiasi Tarif Trump, Kemenko Perekonomian: Bakal Ada Kejutan


Kamis, 29 Januari 2026 / 14:32 WIB
Soal Update Negosiasi Tarif Trump, Kemenko Perekonomian: Bakal Ada Kejutan


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko), Susiwijono Moegiarso, membawa kabar positif terkait hasil negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). 

Pemerintah mengklaim telah mencapai kesepakatan yang sangat optimal dengan Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR).

Susiwijono mengungkapkan bahwa hasil negosiasi ini akan memberikan kejutan bagi dunia usaha, terutama pada beberapa komoditas unggulan Indonesia yang memiliki volume ekspor tinggi ke Negeri Paman Sam.

"Hasil negosiasi tarif kita sangat bagus. Nanti akan agak sedikit surprise (kejutan) beberapa komoditas yang ekspornya tinggi sekali ke Amerika, kita berhasil menegosiasikan sangat optimal," ujar Susiwijono dalam acara Dua Dekade Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP), Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Kabar Gembira, Diskon Tiket Pesawat Mudik 2026 Akan Lebih Besar dari Nataru

Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan ruang lebih bagi produk Indonesia melalui pemberian hak istimewa (privilege) tarif oleh USTR. 

Susiwijono optimistis hal ini akan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun mendatang.

"Mudah-mudahan ini menjadi pendorong ekonomi kita di Kuartal I tahun 2026," katanya. 

Meski berhasil mengamankan kesepakatan perdagangan yang menguntungkan dengan AS, pemerintah tetap mewaspadai eskalasi ketegangan ekonomi global.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Klaim Fondasi Ekonomi RI Kuat, Sentimen MSCI di Pasar Hanya Sementara

Susiwijono menyoroti penggunaan instrumen tarif oleh Presiden Donald Trump sebagai alat tekanan  geopolitik.

Menurutnya, fenomena ini menjadi tantangan besar bagi stabilitas ekonomi dan diplomasi Indonesia ke depan.

"Harus kita akui, instrumen tarif yang digunakan Trump ini sangat mempengaruhi, bagaimana supply chain atau kemudian berbagai rantai pasok global," katanya.

Selanjutnya: Arahan Prabowo untuk Dewan Energi: Hindari Impor BBM hingga Swasembada Energi

Menarik Dibaca: Katalog Promo JSM Alfamidi Spesial Gajian Periode 29 Januari-1 Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×