kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Konversi Motor Listrik Bakal Digenjot Lagi


Kamis, 05 Maret 2026 / 17:23 WIB
Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Konversi Motor Listrik Bakal Digenjot Lagi
ILUSTRASI. Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Konversi Motor Listrik Bakal Digenjot Lagi (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto kembali membentuk satuan tugas (satgas) baru untuk mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. 

Hal itu ditegaskan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadia di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3/2026). 

Bahlil mengatakan salah satu tugas dari satgas ini adalah untuk melakukan percepatan konversi 120 kendaraan motor yang memakai bensin menjadi motor listrik. 

Baca Juga: Wacana Hentikan Insentif EV Dinilai Berisiko Hambat Transisi Energi dan Tekan APBN

"Dan karena itu Bapak Presiden membentuk tim Satgas untuk bisa melakukan percepatan ini," kata Bahlil. 

Bahlil mengklaim bahwa pihaknya ditunjuk langsung oleh Presiden untuk menahkodai satgas baru ini. Selain itu, Presiden juga memberikan target maksimal 4 tahun terkait percepatan konversi kendaraan motor tersebut. 

Satgas ini juga dibentuk untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. 

Baca Juga: Transisi Kendaraan Listrik Perlu Dimulai dari Sektor Transportasi Publik

Menurut Bahlil, ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menerjemahkan kebijakan net zero emission pada tahun 2060. Harapan lainnya juga kebijakan ini dapat mengurangi beban subsidi listrik yang ditanggung oleh negara. 

"Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," pungkas Bahlil. 

Baca Juga: Ancaman Pemanasan Suhu Global, Pemerintah Percepat Penelitian Transisi Energi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×