kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Iuran BPJS Kesehatan naik, defisit keuangan bakal lenyap?


Sabtu, 02 November 2019 / 10:00 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Wakil Menteri Keuangan periode sebelumnya Mardiasmo mengungkapkan, kategori peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU)  yang membuat keuangan BPJS Kesehatan berdarah-darah.

“Yang relatif mampu. Inilah yang sebenarnya sumber membawa BPJS Kesehatan defisit. Karena dia mendaftar (BPJS Kesehatan) saat sakit, dan begitu sudah sembuh dia berhenti bayar premi,” ujar Mardiasmo, Senin (7/10).

Jumlah peserta ini sebanyak 32 juta orang. Tapi, hanya 50% yang membayar iuran rutin tiap bulan. “Dalam asuransi yang bagus, kan, no premi, no klaim. Jadi, ini yang menyebabkan BPJS (Kesehatan) bleeding,” kata Mardiasmo.

Peserta BPJS Kesehatan (221.203.615 orang)

Peserta Jumlah (orang)
PBI APBN 94.147.742
PBI APBD 37.182.619
PPU Pemerintah 17.488.627
PPU Swasta 34.771.762
PBPU 32.606.544
Bukan Pekerja 5.006.321

Sumber: BPJS Kesehatan per 30 September 2019

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan naik, BPJS Watch: Keinginan membayar peserta mandiri menurun

Lebih parahnya lagi, lanjut Mardiasmo, rata-rata golongan PBPU tersebut memiliki penyakit yang masuk golongan katastropik atau penyakit yang perawatannya membutuhkan biaya yang tinggi.

Toh, berbagai jurus yang sudah pemerintah dan BPJS keluarkan tidak ampuh-ampuh amat. Defisit BPJS Kesehatan tetap membengkak.

Alhasil, jurus mengerek premi pun keluar. Hanya, menurut Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tubagus Achmad Choesni, jika kenaikan iuran berlaku mulai 2020, maka sustainabilitas dana Program JKN bisa tercapai di 2021 mendatang.

"Dengan asumsi, pemerintah telah menyelesaikan akumulasi defisit hingga akhir 2019," katanya, Selasa (27/8) lalu.

Baca Juga: YLKI: Kenaikan iuran BPJS Kesehatan kontra produktif

Yang terang, Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mundiharno mengatakan, Program JKN-KIS juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia

Kontribusi total Program JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia pada 2016 mencapai Rp152,2 triliun. "Pada 2021, kontribusinya diperkirakan meningkat menjadi Rp 289 triliun," kata Mundiharno mengutip situs resmi BPJS Kesehatan.

Apapun, beban Anis dan masyarakat Indonesia lainnya semakin berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×