kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.077   -3,00   -0,02%
  • IDX 5.421   32,88   0,61%
  • KOMPAS100 700   3,41   0,49%
  • LQ45 545   0,15   0,03%
  • ISSI 186   2,80   1,53%
  • IDX30 304   -0,68   -0,22%
  • IDXHIDIV20 401   1,56   0,39%
  • IDX80 81   0,26   0,32%
  • IDXV30 112   1,28   1,16%
  • IDXQ30 101   0,04   0,04%

Surplus Neraca Perdagangan Naik Jadi US$ 5,49 Miliar di Agustus 2025


Rabu, 01 Oktober 2025 / 11:38 WIB
Surplus Neraca Perdagangan Naik Jadi US$ 5,49 Miliar di Agustus 2025
ILUSTRASI. BPS melaporkan surplus neraca perdagangan di bulan Agustus 2025 mengalami kenaikan menjadi US$ 5,49 miliar


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2025 mencapai US$ 5,49 miliar. Surplus ini naik bila dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 4,17 miliar.

“Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” tutur Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M.Habibullah dalam konferensi pers, Rabu (1/10/2025).

Adapun surplus neraca perdagangan pada Agustus 2025 ini lebih ditopang oleh komoditas non minyak dan gas (migas) sebesar US$ 7,15 miliar, atau naik dari periode sama tahun lalu sebesar US$ 6,75 miliar.

Penyumbang surplus terbesar pada komoditas non migas adalah, lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), serta besi dan baja.

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan RI Diperkirakan Turun Pada Agustus 2025

Pada saat yang sama kinerja komoditas migas mengalami defisit sebesar US$ 1,66 miliar, atau defisitnya meningkat dari bulan sebelumnya sebesar US$ 1,58 miliar.

“Dengan komoditas penyumbang defisit, komoditas minyak mentah dan hasil minyak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, neraca perdagangan secara kumulatif atau sejak Januari hingga Agustus 2025 mencetak surplus mencapai US$ 29,14 miliar, atau naik US$ 10,33 miliar dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 19,01 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×