Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai Rp 511,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,1% secara tahunan (year on year/yoy) dan meningkat dibandingkan realisasi investasi pada kuartal I-2026 yang sebesar Rp 498,8 triliun.
Meski demikian, pertumbuhan investasi pada kuartal II-2026 tercatat melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal II-2025, realisasi investasi mencapai Rp 477,7 triliun atau tumbuh 11,5% secara tahunan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, capaian investasi pada kuartal II-2026 telah memenuhi 25,1% dari target investasi nasional tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 2.041,3 triliun.
"Penyerapan tenaga kerjanya sebesar 742.293 orang, atau peningkatan 5,1% year on year," ujar Rosan dalam konferensi pers di Istana, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Investasi Asing ke RI Naik 17,3% Capai Rp 507,6 T, Singapura dan Hongkong Terbesar
Dari sisi ketenagakerjaan, realisasi investasi pada kuartal II-2026 berhasil menyerap sebanyak 742.293 tenaga kerja. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, mencerminkan kontribusi investasi terhadap penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor.
Rosan menjelaskan, struktur investasi pada periode tersebut masih ditopang secara berimbang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Realisasi PMA mencapai Rp 257,7 triliun atau berkontribusi sebesar 50,4% terhadap total investasi nasional.
Sementara itu, realisasi PMDN tercatat sebesar Rp 254,1 triliun atau menyumbang 49,6% dari keseluruhan investasi yang masuk ke Indonesia pada kuartal II-2026.
Baca Juga: MBG Berjalan Lagi, Bapanas Mengklaim Harga Telur dan Ayam Kembali Naik
Sebagai perbandingan, pada kuartal I-2026 realisasi investasi tercatat sebesar Rp 498,8 triliun atau setara dengan 24,4% dari target investasi sepanjang tahun. Kenaikan realisasi pada kuartal II menunjukkan bahwa aktivitas investasi masih tumbuh, meskipun laju pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah berharap tren investasi tetap terjaga pada semester II-2026 guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta mempercepat berbagai proyek strategis dan hilirisasi di dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
