kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Investasi Asing ke RI Naik 17,3% Capai Rp 507,6 T, Singapura dan Hongkong Terbesar


Kamis, 16 Juli 2026 / 16:40 WIB
Investasi Asing ke RI Naik 17,3% Capai Rp 507,6 T, Singapura dan Hongkong Terbesar
ILUSTRASI. KEK Industropolis Batang (KEK Industropolis Batang,/KEK Industropolis Batang,)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia masih menggeliat di tengah ketidakpastian global. Sepanjang semester I-2026, realisasi investasi asing mencapai Rp 507,6 triliun atau naik 17,3% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian pada semester I-2025 yang sebesar Rp 432,6 triliun.

Nilai investasi asing tersebut menyumbang sekitar 50,2% dari total realisasi investasi nasional semester I-2026 yang mencapai Rp 1.010,6 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, derasnya arus investasi asing menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia masih tetap terjaga meski dunia masih menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi.

Baca Juga: Investasi Melambat di Awal Tahun, Investor Asing Masih Wait and See

"Di tengah masih adanya tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, Alhamdulillah komitmen para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment masih in line dengan target yang dicanangkan Bapak Presiden kepada kami untuk tahun 2026," ujar Rosan dalam konferensi pers di Istana, Kamis (16/7/2026).

Secara sektoral, investasi asing paling besar mengalir ke industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp 135 triliun atau berkontribusi 26,6% terhadap total PMA semester I-2026. Posisi berikutnya ditempati sektor jasa lainnya sebesar Rp 56,2 triliun atau 11,1%, disusul sektor pertambangan Rp 34,9 triliun atau 6,9%.

Selanjutnya, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatat realisasi investasi sebesar Rp 30,5 triliun atau sekitar 6% dari total PMA. Sementara sektor listrik, gas, dan air memperoleh investasi sebesar Rp 29,9 triliun atau berkontribusi 5,9%.

Baca Juga: Arus Investasi Asing: Indonesia Justru Panen Komitmen Baru di Tengah Konflik Global

Dari sisi asal negara, Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia sepanjang semester I-2026 dengan nilai investasi mencapai US$ 8,8 miliar. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong sebesar US$ 7,6 miliar, Republik Rakyat Tiongkok (China) US$ 3,9 miliar, Jepang US$ 1,9 miliar, serta Amerika Serikat US$ 1,7 miliar.

Kelima negara tersebut menyumbang sekitar 77,8% dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia selama semester I-2026.

Adapun berdasarkan lokasi investasi, Jawa Barat menjadi tujuan utama investasi asing dengan realisasi mencapai Rp 84,9 triliun. Selanjutnya DKI Jakarta sebesar Rp 67,1 triliun, Sulawesi Rp 64,7 triliun, Maluku Utara Rp 61,8 triliun, dan Kepulauan Riau sebesar Rp 26,4 triliun.

Meski secara kumulatif semester I Singapura masih menjadi investor terbesar, Rosan mengungkapkan terjadi pergeseran pada kuartal II-2026. Hong Kong menjadi negara dengan nilai investasi terbesar pada periode tersebut.

"Di kuartal kedua investor terbesar kita justru adalah Hong Kong. Tapi secara overall di semester pertama ini masih ditempati oleh Singapura," kata Rosan.

Khusus pada kuartal II-2026, investasi dari Hong Kong tercatat sebesar US$ 5 miliar, melampaui Singapura yang sebesar US$ 4,2 miliar. Selanjutnya disusul China sebesar US$ 1,7 miliar, Jepang US$ 0,9 miliar, dan Malaysia US$ 0,7 miliar.

Baca Juga: Purbaya Sebut, Ada Proyek KEK Baru yang Sedang Dibahas dengan Investor Asing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×