kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.002,34   -8,35   -0.83%
  • EMAS953.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Inflasi Global Bisa Ganggu Ekonomi Indonesia, Ini Strategi yang Disiapkan Pemerintah


Rabu, 11 Mei 2022 / 11:22 WIB
Inflasi Global Bisa Ganggu Ekonomi Indonesia, Ini Strategi yang Disiapkan Pemerintah
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lonjakan inflasi global dikhawatirkan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini.

Meski saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 capai 5,01% dan sudah sesuai dengan target Kementerian Keuangan, menurutnya masih  banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi Indonesia.

Selain masalah inflasi global, ketegangan geopolitik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina juga jadi tantangan yang harus dihadapi.

“Kenapa dampak geopolitik tersebut bisa berpengaruh ke dunia? Karena Rusia jadi produsen komoditas energi dan dia pemain besar dunia, kena sanksi sehingga hilang suplai-nya. Ukraina yang dianggap negara gak dikenal, padahal dia adalah suplayer untuk bahan makanan entah tepung gandum, minyak bunga matahari,” jelas Sri Mulyani dalam acara B-Talk yang diselenggarakan Kompas TV, Selasa (10/5).

Dengan tergerusnya ekspor minyak bunga matahari, harga Crude Palm Oil (CPO) global melonjak tinggi. Selain itu, perang ke dua negara tersebut juga menimbulkan efek domino yang sangat banyak, dan sangat pelik. Termasuk terjadinya disrupsi suplai dan juga dari sisi kenaikan harga komoditas, hingga menimbulkan kenaikan inflasi di beberapa negara maju.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Windfall Profit APBN Dijadikan Bantalan Subsidi

Tercatat, inflasi Amerika Serikat (AS) sudah berada di atas level 8%. Sehingga harus segera direspons dengan melakukan pengetatan moneter.

Adapun, inflasi domestik pada April 2022 lalu mencapai 0,95% secara bulanan (mom), dan  inflasi tahunan sebesar 3,47% yoy. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi bulanan ini tertinggi sejak Januari 2017, dan inflasi secara bulanan tertinggi sejak Agustus 2019.

Sri Mulyani menjelaskan, inflasi yang dinilai cukup tinggi ini terjadi karena adanya lonjakan permintaan. Dimana saat sebelumnya pemerintah tidak memperbolehkan mudik Lebaran, saat April lalu diperbolehkan. Sehingga permintaan seperti tiket transportasi, makanan, dan lainnya melonjak tinggi.

Kemudian juga ada karena masalah gangguan pasokan. Dimana masyarakat yang masih mempunyai dana, kemudian saat mobilitas mulai dilonggarkan, mereka membelanjakan tabungannya tersebut. Selain itu, inflasi juga terjadi karena gangguan pasokan alias supply disruption.

“Ini inflasinya diperparah dengan sisi suplai yang melonjak, namun kondisi pabriknya tidak bisa memenuhi, karena kekurangan tenaga kerja. Pabrik buka tapi jumlah buruhnya buruhnya mencukupi,” jelasnya.

Untuk menangani hal itu, lanjut Sri Mulyani, hal yang bisa ditangani untuk sementara, misalnya menjaga harga barang yang diatur oleh pemerintah. Misalnya seperti pertalite, pupuk, listrik, bahkan sekarang minyak goreng.

Baca Juga: Sri Mulyani: Belanja Pemerintah Akan Akseleratif di Kuartal II-2022

Sebab, jika melakukan penyesuaian harga, namun harga di pasar masih tinggi maka akan ada gangguan permintaan dan bisa berimbas pada subsidi yang membengkak. Sehingga, menurutnya saat ini APBN akan lebih difokuskan untuk membiayai subsidi karena adanya perbedaan harga-harga.

Lebih lanjut, Sri Mulyani bilang, ketika memang pemerintah akan melakukan penyesuaian harga pada pertalite, listrik, dan minyak goreng, maka akan ditinjau lebih jauh terlebih dahulu, apakah masyarakat sudah siap ataupun tidak.

“Ini yang harus dihitung secara lengkap, hati-hati supaya pada saat kita membuat keputusan tujuan besar dan detailnya sesuai. Ini tidak mudah, tapi  paling APBN mendapatkan keuntungan dari  berbagai kenaikan komoditas sehingga kitaa bisa menggunakannya,” pungkas Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×