Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan sejumlah pertimbangan utama di balik keputusan bank sentral menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.
Perry mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Dewan Gubernur Bank Indonesia melakukan pembahasan mendalam selama dua hari terkait perkembangan ekonomi global, risiko ke depan, hingga arah kebijakan moneter yang paling tepat di tengah ketidakpastian global.
“Kami betul-betul mempertimbangkan secara masak dan terukur bagaimana mengutamakan stabilitas ketahanan eksternal di tengah gejolak global dengan tetap turut mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Purbaya Beri Sinyal Tak Kerek Tarif Cukai 2027, Begini Respons Industri Rokok
Pertimbangan pertama disebut Perry adalah sebagai langkah lanjutan dari upaya BI memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Dewan Gubernur dengan seluruh pimpinan BI meyakini kenaikan BI Rate dan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) akan mendorong arus modal asing masuk sehingga menopang rupiah yang saat ini masih berada dalam kondisi undervalued.
Perry optimistis rupiah akan mulai stabil pada Juni dan cenderung menguat pada Juli hingga Agustus 2026 seiring mulai meredanya tekanan permintaan valuta asing (valas) domestik. “Kami meyakini rupiah akan stabil dan cenderung menguat ke depan,” katanya.
Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah berasal dari gejolak global seperti perang di Timur Tengah, tingginya harga minyak dunia, kenaikan inflasi global, hingga suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang membuat dolar AS menguat dan yield US Treasury meningkat.
Selain itu, permintaan valas domestik pada April hingga Juni juga meningkat karena kebutuhan ibadah haji dan umrah, pembayaran utang luar negeri, serta pembagian dividen perusahaan.
Pertimbangan kedua adalah menjaga inflasi tetap terkendali. Perry mengatakan kenaikan harga minyak dan komoditas global berpotensi meningkatkan imported inflation di dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga energi dan bahan baku impor.
Karena itu, BI menaikkan suku bunga untuk memastikan inflasi 2026-2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5% plus minus 1%.
Baca Juga: PSN Wanam Dipercepat, Didorong Jadi Lumbung Pangan Nasional Strategis
“Kami meyakini dengan kenaikan BI Rate 50 basis poin ini mampu membawa perkiraan inflasi ke depan khususnya inflasi inti tetap berada dalam sasaran,” ujarnya.
BI juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga inflasi pangan dan dampak rambatan harga global melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID).
Pertimbangan ketiga adalah menjaga pertumbuhan ekonomi tetap solid meski suku bunga dinaikkan. Perry menegaskan BI tetap memperhitungkan keseimbangan antara pengendalian inflasi dan dampaknya terhadap ekonomi domestik.
Bank Indonesia masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di kisaran 4,9% hingga 5,7%.
“Kami meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 masih berada dalam rentang proyeksi Bank Indonesia 4,9% sampai 5,7%,” kata Perry.
Ia menambahkan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal dengan pemerintah terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pertimbangan keempat adalah memastikan likuiditas di pasar uang dan perbankan tetap longgar. Perry memastikan BI akan menjaga likuiditas lebih dari cukup agar perbankan tetap mampu menyalurkan kredit dan meminimalkan dampak kenaikan suku bunga terhadap bunga pinjaman.
Untuk itu, BI aktif membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder. Hingga 19 Mei 2026, BI tercatat telah membeli SBN senilai Rp 140,57 triliun.
“Likuiditas di pasar uang dan perbankan lebih dari cukup bagi bank untuk menyalurkan kredit dan meminimalkan dampaknya terhadap kenaikan suku bunga,” ujarnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Peluang Pertumbuhan Ekonomi 6,5% Sangat Besar pada 2027
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













