kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Inflasi Inti Rendah, Gubernur BI Sebut Masih Ada Ruang Penurunan BI Rate


Selasa, 27 Januari 2026 / 19:13 WIB
Inflasi Inti Rendah, Gubernur BI Sebut Masih Ada Ruang Penurunan BI Rate
ILUSTRASI. Talkshow BI Bersama Masyarakat (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN) Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan masih terdapat ruang penurunan suku bunga kebijakan alias BI Rate seiring inflasi inti yang tetap rendah ?


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan masih terdapat ruang penurunan suku bunga kebijakan alias BI Rate, seiring inflasi inti yang tetap rendah dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Perry menjelaskan, dalam merumuskan kebijakan moneter, Bank Indonesia selalu mempertimbangkan tiga faktor utama, yakni inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi. Dari ketiga indikator tersebut, inflasi inti menjadi indikator fundamental karena mencerminkan kemampuan kapasitas ekonomi dalam memenuhi permintaan.

“Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat 2,38%, relatif rendah karena berada di bawah titik tengah sasaran inflasi 2,5% ±1%,” ujar Perry dalam konfrensi pers, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Gubernur BI Sebut Ketahanan Eksternal RI Tetap Kuat, Rupiah Diproyeksi Menguat

Menurutnya, rendahnya inflasi inti menunjukkan bahwa kapasitas ekonomi nasional masih lebih besar dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi saat ini. Bank Indonesia memperkirakan kapasitas pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua tahun ke depan berada pada kisaran 5,8% hingga 6,2%.

Sementara itu, realisasi pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah kisaran tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan tekanan inflasi inti. Kondisi ini membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

Perry menuturkan, berdasarkan kondisi tersebut, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga BI Rate sebanyak lima kali sepanjang tahun 2025 lalu. Sejak September 2024, BI Rate diturunkan hingga berada di level 4,75%.

"Kami juga masih melihat ke depan ada ruang penurunan suku bunga lebih lanjut. Jadi kebijakan suku bunga kami adalah bagaimana cara inflasi inti kita rendah dan perlu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi," ungkap Perry.

Ia menegaskan, arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia tetap diarahkan untuk menjaga inflasi inti agar rendah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui kebijakan moneter yang ekspansif dan dukungan ekspansi likuiditas.

Baca Juga: Purbaya Rombak Pejabat Bea Cukai, Ini PR Utama yang Harus Dibenahi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×