kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.718   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.332   -38,50   -0,60%
  • KOMPAS100 837   -6,38   -0,76%
  • LQ45 635   0,23   0,04%
  • ISSI 226   -1,87   -0,82%
  • IDX30 363   1,48   0,41%
  • IDXHIDIV20 452   4,34   0,97%
  • IDX80 96   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -0,62   -0,50%
  • IDXQ30 118   1,25   1,07%

Arah Kebijakan Ekonomi 2027: Prabowo Janjikan Rakyat Sejahtera, Ini Angkanya!


Rabu, 20 Mei 2026 / 11:03 WIB
Arah Kebijakan Ekonomi 2027: Prabowo Janjikan Rakyat Sejahtera, Ini Angkanya!
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (KONTAN/Youtube TV Parlemen)


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara resmi menyampaikan dokumen Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Dalam pemaparannya, Presiden menegaskan optimisme pemerintah dengan mematok target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,8% hingga 6,5% pada tahun 2027. Target ini sebagai langkah strategis menuju target pertumbuhan 8% di tahun 2029.

"Pertumbuhan ekonomi ini harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata," tegas Presiden dalam pidatonya Rabu 20 Mei 2026 di gedung DPR RI Senayan Jakarta.

Baca Juga: Ini Rincian Asumsi Dasar Makro KEM-PPKF 2027 yang Jadi Modal Kerja Prabowo

BREAKING NEWS! Presiden Prabowo Sampaikan Arah Kebijakan Ekonomi 2027 di Depan DPR RI

Prabowo juga menekankan pentingnya pemerataan ekonomi dengan menyatakan bahwa jarak antara si kaya dan si miskin tidak boleh makin lebar, dan harus terus diperjuangkan agar menyempit.

Presiden juga menyampaikan postur penyusunan anggaran dan asumsi Makroekonomi 2027.

Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah merancang postur fiskal yang sehat dengan menjaga defisit pembiayaan pada kisaran yang aman, yakni 1,8% hingga 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menunjukkan bahwa Presiden tetap menjaga kehati-hatian fiskal demi menjaga stabilitas makroekonomi.

Baca Juga: KEM-PPKF 2027: Defisit APBN Dipatok 1,8% hingga 2,4% PDB

Berikut adalah rincian target pendapatan dan belanja negara, serta asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027:

  • Pendapatan Negara: Ditargetkan mencapai 11,82% – 12,40% dari PDB.
  • Belanja Negara: Dialokasikan sebesar 13,62% – 14,80% dari PDB.
  • Inflasi: Terkendali di tingkat 1,5% – 3,5%.
  • Nilai Tukar Rupiah (Kurs): Rp16.800 – Rp17.500 per dolar AS. Pemerintah menyiapkan strategi fiskal khusus untuk menjaga agar kurs tetap stabil.
  • Suku Bunga SBN (10 Tahun): Berada di kisaran 6,5% – 7,3%.

Baca Juga: Asumsi Makro 2027: Rupiah Diproyeksi di Kisaran Rp 16.800-Rp 17.500 per Dolar AS

Sektor Energi

Di tengah dinamika global, asumsi untuk sektor energi juga telah ditetapkan guna menjamin ketahanan energi nasional dan penerimaan negara:

Pertama, perkiraan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP): US$ 70 – US$ 95 per barel.

Kedua pemerintah menargetkan produksi minyak yang bisa dijual oleh pemerintah atau lifting minyak bumi sebesar 602.000 – 615.000 barel per hari (bph).

Sementara, target lifting Gas Bumi: 934 ribu – 977 ribu barel setara minyak per hari.

Baca Juga: BREAKING NEWS: DEFISIT PEMBIAYAAN 2027 DI KISARAN 1,8%-2,4% PDB

Presiden juga menegaskan fokus pemerintah tahun depan adalah pada peningkatan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan membangun sektor pertanian.

Karena itu, RAPBN 2027 dirancang sebagai instrumen untuk menekan ketimpangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini terlihat dari target indikator sosial yang cukup agresif:

Pertama target tingkat kemiskinan bisa turun menjadi 6% – 6,5%. Angka ini turun dibandingkan dengan periode sebelumnya yang berada di angka 7,5%).

Pemerintah juga bertekad menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) bisa ditekan ke angka 4,3% – 4,87%. Target angka pengangguran ini membaik dari sebelumnya 4,44% – 4,96% terhadap angkatan kerja nasional.

Pemerintah juga bertekad menurunkan tingkat ketimpangan agar Gini Ratio bisa menyempit di angka 0,362 – 0,367.

Tonton: GOTO Ubah Skema Ojol! Driver Kini Dapat 92% Tarif, Apa Dampaknya ke Penumpang dan Saham GOTO?

Untuk itu, Prabowo bertekad mencapai angka Indeks Modal Manusia dengan targetkan mencapai skor 0,575.

Karena itulah Presiden ingin agar pembukaan lapangan kerja sektor formal ditargetkan meningkat menjadi 40,81%, naik signifikan dari sebelumnya di kisaran 35,00%.

Selain itu, pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian. Presiden mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini merupakan yang tertinggi, yakni di angka 126, dan menegaskan bahwa angka indeks kesejahteraan petani ini harus terus ditingkatkan dari sebelumnya di kisaran 0,7731 untuk indeks spesifik kesejahteraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×