kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Gejolak Timur Tengah, BI Putuskan Pertahankan BI-Rate di 4,75% pada Maret 2026


Selasa, 17 Maret 2026 / 14:45 WIB
Gejolak Timur Tengah, BI Putuskan Pertahankan BI-Rate di 4,75% pada Maret 2026
ILUSTRASI. BI Rate Tetap di Level 4,75% pada Februari 2026 (Kontan/Wahyu Tri Rahmawati)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 16-17 Maret 2026.

Bukan hanya suku bunga acuan atau BI rate, suku bunga deposit facility juga dipertahankan di level 3,75%, dan suku bunga lending facility dipertahankan pada level 5,50%.

Gubernur BI Perry Warjiyo membeberkan, keputusan ini dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar  ruoiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat dampakglobal dari Timur Tengah.

Baca Juga: BI-Rate Maret 2026 Diramal Ditahan, Karena BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah

“Serta menjaga pencapaian inflasi di 2026-2027 dalam sasaran 2,5% plus minus 1%,”tutur Perry dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026).

Perry menambahkan, pihaknya akan terus mengoptimalkan berbagai instrument berbagai kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan agar tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Baca Juga: Bank Indonesia Kembali Pertahankan BI-Rate di Level 4,75% Pada RDG Februari 2026

Sementara itu, kebijakan makroprudensial BI  terus diperkuat untuk mendorong mendorong pertumbuhan (pro-growth)  ekonomi melalui peningkatan kredit ke sektor riil dengan  tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.

Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi melalui yang inklusif melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, dan peningkatan daya tahan infrastruktur sistem pembayaran.

Baca Juga: Bank Indonesia Diprediksi Mempertahankan BI-Rate di Level 4,75% Pada RDG Maret 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×