kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.154   7,00   0,04%
  • IDX 5.351   -22,20   -0,41%
  • KOMPAS100 695   -0,60   -0,09%
  • LQ45 541   -0,78   -0,14%
  • ISSI 182   -0,93   -0,51%
  • IDX30 303   -0,75   -0,25%
  • IDXHIDIV20 402   0,85   0,21%
  • IDX80 80   -0,04   -0,05%
  • IDXV30 113   1,06   0,95%
  • IDXQ30 101   -0,12   -0,11%

Disepakati, Pertumbuhan Ekonomi 6% dan Defisit 1%


Rabu, 15 Oktober 2008 / 11:59 WIB
ILUSTRASI. TAJUK - Thomas Hadiwinata


Reporter: Martina Prianti

JAKARTA. Akhirnya, asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2009 disepakati. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di dalam rapat panitia anggaran tadi malam (14/10) menyepakati pertumbuhan ekonomi tahun 2009 hanya sebesar 6%.

Wakil Ketua Panitia Anggaran Suharso Monoarfa mengatakan, kesepakatan asumsi pertumbuhan ekonomi 6% dimaksudkan untuk menekan tingkat defisit anggaran tahun depan. "Pertumbuhan sudah disepakati 6% dalam pembahasan di kantor wakil presiden semalam, ada dua opsi. Kalau growth 6% maka defisit 1% tapi kalau growth 6,2% maka defisit 1,3%," ucap Suharso di sela rapat panitia anggaran, Rabu (15/10).

Itu berarti, kesepakatan asumsi pertumbuhan ekonomi tersebut jauh lebih kecil dibanding kesepakatan tanggal 24 September 2008 lalu yang mencapai 6,3%.

Dengan diketoknya pertumbuhan ekonomi 6%, maka defisit anggaran pada tahun depan hanya 1% atau senilai Rp 53,09 triliun dari produk domestik bruto (PDB) yang masih dipatok Rp 5.309 triliun. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibanding kesepakatan awal Panitia Anggaran yang menetapkan defisit 1,3% atau senilai Rp 71,3 triliun.

Menurut Suharso, dengan besaran defisit tersebut DPR berharap pemerintah mampu menekan penggunaan anggaran. "Ada beberapa belanja yang tidak prioritas baik belanja kementerian dan lembaga (K/L) maupun non KL besarnya diperkirakan Rp 7,9 triliun," sambungnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×