kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Defisit APBN melebar, Ekonom: Penerbitan global bond diperlukan


Jumat, 25 Oktober 2019 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit 160 juta Dolar AS pada September 2019 yang terjadi karena nilai eks


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Adapun menurutnya, pemerintah cukup diuntungkan dengan periode suku bunga rendah global saat ini yang mendorong yield turun.

Dengan begitu, pemerintah bisa mendapatkan pendanaan dari global bond bertenor panjang dengan yield yang murah sehingga biaya dana (cost of fund) pun bisa ditekan. 

Baca Juga: Antisipasi pelebaran defisit, pemerintah terbitkan global bond baru

Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman sebelumnya menyebut, USD bond kali ini merupakan penerbitan dengan yield dan spread terendah sepanjang sejarah transaksi global bond berdenominasi dollar AS untuk tenor 30 tahun, yaitu 3,75%. 

Begitu juga dengan penerbitan Euro bond dengan yield 1,412% merupakan yang terendah bahkan lebih rendah dibandingkan pada tenor 7 tahun yang diterbitkan pada Juni lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×