kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.861   2,00   0,01%
  • IDX 6.207   79,50   1,30%
  • KOMPAS100 826   18,42   2,28%
  • LQ45 620   9,06   1,48%
  • ISSI 216   0,24   0,11%
  • IDX30 350   2,76   0,80%
  • IDXHIDIV20 428   1,66   0,39%
  • IDX80 94   1,37   1,48%
  • IDXV30 118   -0,30   -0,26%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Defisit APBN melebar, Ekonom: Penerbitan global bond diperlukan


Jumat, 25 Oktober 2019 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit 160 juta Dolar AS pada September 2019 yang terjadi karena nilai eks


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan memproyeksikan realisasi defisit APBN 2019 akan lebih lebar dari yang diperkirakan sebelumnya, yaitu mencapai kisaran 2%-2,2% terhadap PDB. 

Untuk mengantisipasi pelebaran defisit yang melebihi target itu, pemerintah baru saja menerbitkan SUN berdenominasi valas atau global bond masing-masing sebesar US$ 1 miliar dan 1 miliar Euro. 

Baca Juga: Pemerintah pilih global bond untuk biayai pelebaran defisit APBN 2019, ini alasannya

Dari proyeksi pelebaran defisit yang disampaikan pemerintah, Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah memperkirakan ketidaktercapaian target penerimaan pajak membengkak sangat besar. 

“Tampaknya shortfall pajak sudah tidak terhindarkan dan nilainya bisa sekitar Rp 200 triliun. Ini besar,” tutur Piter, Jumat (25/10).

Kemenkeu, lanjut Piter, memang bisa saja menggunakan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau menarik pinjaman tunai baru untuk mengantisipasi pelebaran defisit tersebut. Namun, Piter menilai, dua alternatif itu belum cukup.

Oleh karena itu, pilihan untuk menarik utang melalui global bond dianggap Piter cukup tepat. 

Baca Juga: Kemenkeu proyeksi pelebaran defisit APBN 2019 sebesar 2%-2,2% PDB

“Selain bisa mendapat dana yang cukup besar untuk menambal defisit, penerbitan global bond juga bisa menambah cadangan devisa yang menjadi buffer untuk nilai tukar rupiah juga,” terang Piter.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×